WN Nigeria Aniaya Eks Pacar WNI di Bali Ditangkap, Polisi Dalami Motif

Sui Suadnyana - detikNews
Sabtu, 25 Sep 2021 15:18 WIB
Ilustrasi pengeroyokan, ilustrasi penganiayaan, audrey
Ilustrasi (Fuad Hashim/detikcom)
Denpasar -

Warga negara asing (WNA) Nigeria, Koffe Christian Tao alias Harry (26), ditangkap polisi setelah jadi buron karena menganiaya mantan pacarnya yang merupakan warga negara Indonesia (WNI) di Bali. Polisi mendalami motif Harry menganiaya mantan pacarnya itu.

"Telah mengamankan satu orang laki-laki warga negara asing (WNA) Nigeria yang diduga melakukan tindak pidana penganiayaan," kata Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Kuta Utara Iptu I Made Purwantara dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/9/2021).

WN Nigeria tersebut ditangkap pada Jumat (24/9) sekitar pukul 04.00 Wita. Ia diamankan di Jalan Pura Pemecutan Nomor 3, tepatnya di Banjar Santi Karya, Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung.

"Kemudian pelaku dibawa dan diamankan ke Polsek Kuta Utara guna proses lebih lanjut," jelas Purwantara.

Purwantara mengatakan WN Nigeria itu ditangkap setelah tim IT Resmob Polda Bali melakukan penyelidikan dan analisis. Kemudian tim IT Resmob Polda Bali dan Opsnal Polsek Kuta Utara bergerak ke lokasi.

"Tim Resmob Polda Bali menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan di daerah Ungasan sesuai dengan informasi diduga tinggal di sana," jelas Purwantara.

Selain berhasil menangkap pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Barang bukti itu berupa empat buah ponsel, satu buah laptop, tiga buah jam tangan, dua kantong perhiasan emas dan satu buah baju kaus warna hitam.

Purwantara mengatakan pihaknya hingga saat ini masih melakukan pendalaman terkait motif pelaku yang diduga melakukan penganiayaan terhadap mantan pacarnya. Hingga kini, WN Nigeria itu masih dalam proses pemeriksaan.

Sebelumnya, wanita WNI berinisial BMS (40) melaporkan WN Nigeria tersebut ke Polsek Kuta Utara karena telah melakukan penganiayaan terhadap dirinya pada 27 Agustus 2021. Lokasi kejadian adalah di Elev8 Residence Kamar 208, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung.

"Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka bengkak pada bagian pelipis kiri dan tangan kanan terasa sakit. Tas yang berisi KTP, kartu ATM, uang tunai Rp 2 juta, dan 2 buah handphone dirampas oleh pelaku," jelas Purwantara.

Menurut Purwantara, kejadian tersebut berawal Jumat (27/8) sekitar pukul 18.00 Wita. Korban dan pelaku berada di kamar dan terjadi cekcok mulut sampai pelaku melakukan pemukulan lebih dari sekali. Tak hanya itu, WN Nigeria tersebut juga mengambil dompet serta ponsel korban.

"Dengan kejadian tersebut, korban mengalami luka memar pada pelipis kiri dan tangan terasa sakit setelah kejadian tersebut pelaku kabur meninggalkan korban dan korban datang ke Polsek Kuta Utara untuk melaporkan kejadian tersebut," paparnya.

(nvl/nvl)