6 Fakta Keributan Berujung Kepala Satpam Kompleks Permata Buana Tersangka

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 25 Sep 2021 13:38 WIB
Keributan antara warga vs sekuriti di Kembangan, Jakbar (dok.istimewa)
Foto: Keributan antara warga vs sekuriti di Kembangan, Jakbar (dok.istimewa)
Jakarta -

Polisi telah menetapkan WH, Kepala sekuriti di kompleks Perumahan Permata Buana, Kembangan, Jakarta Barat. WH dijerat pasal pengancaman usai terlibat cekcok dengan warga bernama Candy.

"(Dikenakan) Pasal 335 soal pengancaman," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Joko Dwi Harsono saat dihubungi, Sabtu (25/9/2021).

WH ditetapkan sebagai tersangka usai polisi memeriksa sejumlah saksi. Saksi itu mulai perusahaan jasa pengamanan hingga ketua RW Kompleks Permata Buana.

"Kita sudah panggil perusahaan jasa pengamanan sama pengurus lingkungan di bidang keamanan ya dan ketua RW kita panggil," tutur Joko.

Dari serangkaian pemeriksaan itu, polisi menyimpulkan WH diduga kuat berperan memerintahkan anak buahnya untuk melakukan pungutan liar disertai pengancaman kepada warga.

Berikut 6 fakta keributan yang mengantarkan WH ke status tersangka:

1. Kasus Viral di Media Sosial

Kasus ini berawal dari video viral, di mana nampak sejumlah satpam komplek dam warga. Dalam video tersebut juga terlihat satu unit mobil pikap berisi tanaman hias.

"Kamu tahu nggak kamu ngehina aku?," teriak wanita dalam video tersebut.

Dalam rekaman CCTV terlihat aksi dorong-dorongan antara warga dengan satpam. Seorang wanita yang teriak tadi juga turut melemparkan pot-pot tanaman yang ada di mobil pikap ke depan pagar rumah.

"Ini pencurian nih namanya nih, pengurus bawa mobil sendiri nih," teriaknya lagi.

Dalam narasi video tersebut juga dituliskan, "Salah satu warga (menulis nama perumahan), Kembangan, Jakarta Barat diduga diintimidasi sejumlah sekuriti karena tidak mau memberikan sejumlah uang," tulis video tersebut.

"Jadi ada salah satu warga mengirimkan barang berupa tanaman hias, tiba-tiba dihadang oleh security kurang lebih 20 orang melarang menurunkan tanaman ke rumah warga tersebut dan mobil tanamannya diambil alih karena tidak mengasih uang keamanan," sambungnya.


2. Polisi Periksa 16 Satpam yang Ada dalam Video

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Joko Dwi Harsono mengatakan saat ini pihaknya sudah menerima laporan dari warga atas kejadian tersebut. Kini polisi telah memeriksa 16 satpam yang ada di dalam video.

"16 (satpam diperiksa). Iya kita bawa kita mintai keterangan kita mau tau apa yang terjadi," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Joko Dwi Harsono saat dikonfirmasi, Selasa (21/9).

Dia mengatakan saat ini pihaknya sudah menerima laporan dari warga atas kejadian tersebut. Joko menyebut peristiwa itu terjadi pada Senin (20/9) siang. Joko menjelaskan peristiwa terjadi ketika warga kompleks hendak memasukkan pot-pot tanaman ke dalam rumahnya, namun ditahan oleh satpam Kompleks Permata Buana.

Simak pengakuan satpam komplek di halaman berikutnya.

Simak Video: Ribut-ribut Belasan Satpam dengan Warga Kompleks di Jakbar

[Gambas:Video 20detik]