Kepala Satpam Kompleks Permata Buana Tersangka, Dijerat Pasal Pengancaman

Yogi Ernes - detikNews
Sabtu, 25 Sep 2021 10:53 WIB
Keributan antara warga vs sekuriti di Kembangan, Jakbar (dok.istimewa)
Keributan antara warga dan sekuriti di Kembangan, Jakbar (Foto: dok. istimewa)
Jakarta -

Kepala sekuriti di kompleks Perumahan Permata Buana, Kembangan, Jakarta Barat, berinisial WH ditetapkan menjadi tersangka. Polisi menjerat WH terkait adanya keributan antarwarga dan sekuriti di lokasi.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Joko Dwi Harsono mengatakan tersangka WH dijerat dengan Pasal 335 KUHP soal pengancaman. Tersangka dinilai bertanggung jawab dalam memerintahkan anak buahnya terkait insiden keributan dengan warga.

"(Dikenakan) Pasal 335 soal pengancaman," kata Joko saat dihubungi, Sabtu (25/9/2021).

Berikut bunyi Pasal 335 KUHP:

Barang siapa secara melawan hukum memaksa orang lain supaya melakukan, tidak melakukan atau membiarkan sesuatu, dengan memakai kekerasan, atau dengan memakai ancaman kekerasan, baik terhadap orang itu sendiri maupun orang lain.

Menurut Joko, penetapan tersangka pada WH dilakukan setelah pihaknya melakukan pemeriksaan intensif kepada para saksi. Saksi itu mulai perusahaan jasa pengamanan hingga ketua RW setempat.

"Kita sudah panggil perusahaan jasa pengamanan sama pengurus lingkungan di bidang keamanan ya dan ketua RW kita panggil," tutur Joko.

Dari serangkaian pemeriksaan itu, WH diduga kuat yang berperan dalam memerintahkan anak buahnya untuk melakukan pungutan liar disertai pengancaman kepada warga.

"Itu (WH) kepalanya (kepala sekuriti) ya. Dia yang memerintahkan (pungli)," tutur Joko.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Simak Video: Ribut-ribut Belasan Satpam dengan Warga Kompleks di Jakbar

[Gambas:Video 20detik]




Sebelumnya, keributan warga dengan satpam kompleks Perumahan Permata Buana, Kembangan, Jakarta Barat, berujung ke polisi. Warga melaporkan oknum satpam atas dugaan perampasan dan perbuatan tidak menyenangkan.

Polisi menyelidiki kasus ini dan mengindikasikan adanya dugaan pungli. Belakangan, korban bernama Candy juga mengungkap adanya permintaan sejumlah uang untuk jaminan proyek.

"Itu diduga ada pungli, termasuk perampasan kendaraan, karena kalau yang viral itu kan mobilnya diambil, dirampas. Itu yang jadi fokus kita, sih," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Joko Dwi Harsono pada Rabu (22/9).

Warga tersebut merasa dipersulit dalam proses renovasi rumah. Sementara itu, pihak RW berkeras bahwa permintaan uang jaminan merupakan aturan yang diterapkan di kompleks perumahan sejak lama.

(ygs/idh)