Tangkap Pencuri Celana Dalam di Bali, Polisi Terapkan Restorative Justice

Sui Suadnyana - detikNews
Sabtu, 25 Sep 2021 09:32 WIB
Polisi tangkap pencuri 9 celana dalam di Bangli, Bali. Polisi mengedepankan penyelesaian kasus dengan restorative justice.
Polisi menangkap pencuri sembilan celana dalam di Bangli, Bali. Polisi mengedepankan penyelesaian kasus dengan restorative justice. (Foto: dok. Polres Bangli)
Bangli -

Seorang pria di Bangli, Bali, berinisial GMUN (43) ditangkap polisi. Polisi mengedepankan penyelesaian perkara dengan restorative justice.

"Dari hasil interogasi, pelaku mengakui perbuatannya telah mengambil celana dalam dan pelaku menunjukkan celana dalam hasil curiannya yang disimpan di dalam lemari kamarnya," kata Kapolsek Bangli Kompol I Made Adi Suryawan dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/9/2021).

Adi menjelaskan kasus ini terungkap setelah seorang korban, Linda Kristina, mengadukan kehilangan sembilan helai celana dalam di rumah kos LC Subak Aya, Kelurahan Kawan, Bangli. Korban kehilangan celana dalam sejak Juli lalu.

"Kejadian tersebut berawal sekira sejak bulan Juli 2021 pada hari dan tanggal yang pelapor tidak ingat. Setiap pukul 08.00 Wita pelapor mendapati celana dalam milik pelapor dan satu buah celana dalam milik suami pelapor yang sebelumnya dijemur di pekarangan rumah pelapor telah hilang," jelas Adi.

Tak hanya sekali, kejadian kehilangan celana dalam tersebut berlanjut. Setiap berselang satu minggu atau dua minggu hingga September 2021. Hal itu membuat Linda ketakutan.

Pada Sabtu (18/9) sekitar pukul 20.00 Wita, pemilik rumah kos menginformasikan bahwa pelaku pencuri celana dalam terekam dalam rekaman CCTV. Dari informasi tersebut, Linda Kristina membuat laporan ke Polsek Bangli.

"Berbekal dari hasil CCTV, tampak seorang laki-laki dengan perawakan tinggi-kurus, menggunakan baju kerah warna hitam dan celana panjang hitam, masuk ke dalam area kos-kosan dan mengambil celana dalam yang sedang dijemur," ucap Adi.

"Dari rekaman CCTV tersebut, Unit Opsnal melakukan pencarian tentang pelaku. Dari beberapa orang yang ditunjukkan rekaman CCTV tersebut, ada yang mengenali pelaku. Kemudian Unit Opsnal melakukan pencarian terhadap pelaku dan pelaku diamankan di rumahnya," tambah Adi.

Polisi menegaskan perbuatan yang dilakukan pelaku mempunyai unsur pidana. Namun polisi hingga kini masih mengupayakan adanya restorative justice.

"Iya (ada) pidana kalau pencurian. Tapi kalau melihat dari nilai barangnya dan motif dilakukan itu, iya tujuannya mencari inspirasi saja, bukan yang lain. Nanti kita arahkan restorative justice, selesaikan secara kekeluargaan. Kalau ancaman hukumannya iya ada, tapi korbannya tidak keberatan," terang Adi Suryawan.

GMUN mulai mencuri celana dalam diduga karena tekanan mental setelah bercerai dengan istrinya. Polisi berencana memeriksakan kondisi kejiwaan GMUN ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Bangli.

"Pelaku mau kita periksakan ke rumah sakit jiwa karena ada indikasi ada tekanan mental karena mungkin dia cerai dengan istrinya. Cerainya belum begitu lama. Kurang-lebih baru dua tahunan," terang Adi.

(aud/aud)