Apakah Penghasilan YouTuber Wajib Zakat? Ini Penjelasan MUI

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 25 Sep 2021 07:14 WIB
PARK CITY, UT - JANUARY 19:  A general view of atmosphere at the YouTube
Ilustrasi (Foto: Gettyimages - Andrew H. Walker)
Jakarta -

Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberikan penjelasan mengenai kewajiban zakat bagi YouTuber. MUI mengatakan setiap profesi yang penghasilannya mencapai nisab atau batas minimum untuk wajib zakat dalam satu tahun wajib membayar zakat.

"Saat ini banyak dari semua kalangan, baik dari kalangan dai, artis, dan orang yang punya keahlian khusus menjadikan sosial media seperti YouTube, IG, Facebook dan sejenisnya selain bisa dijadikan sebagai sarana yang efektif untuk berbagi ilmu dan informasi, juga bisa dibuat sebagai profesi yang dapat menghasilkan uang puluhan juta bahkan miliaran rupiah," kata Wakil Sekretaris Komisi Fatwa MUI, KH Abdul Muiz Ali dalam keterangan tertulis, Jumat (24/9/2021).

Abdul mengatakan bahwa berprofesi YouTuber tergolong mulia jika menyebarkan informasi untuk menyeru pada perbuatan kebaikan. Sebaliknya, Abdul mengatakan kegiatan YouTube menjadi haram atau terlarang jika memuat sesuatu yang negatif seperti menyebarkan berita bohong, ujaran kebencian, menghasut, memfitnah, dan konten lainnya yang dapat mencederai dirinya ataupun orang lain.

"Berprofesi sebagai YouTuber bisa jadi tergolong aktivitas yang mulia dan menuai pahala jika konten yang disebarkan ke sosial media berupa sesuatu yang positif, seperti menyeru kebajikan (ma'ruf), mencegah yang dilarang (munkar), motivasi ibadah, mempererat silaturahim dan konten positif lainnya," kata dia.

Aturan Wajib Zakat Bagi YouTuber

Abdul mengatakan bahwa penghasilan YouTuber bisa mencapai jutaan hingga miliaran rupiah. Sehingga apabila telah mencapai nisab, maka YouTuber wajib mengeluarkan zakat.

"Menjadi YouTuber bisa disebut sebagai bentuk profesi yang penghasilannya jutaan bahkan miliaran rupiah. Sebuah profesi yang penghasilannya sampai batas minimum untuk wajib zakat (nisab) bisa dikenakan wajib zakat," kata Abdul.

"Kewajiban zakat profesi mendasari pada ayat Alquran yang bersifat umum yang mewajibkan semua jenis harta untuk dikeluarkan zakatnya," lanjutnya.

Abdul mengatakan semua penghasilan yang halal wajib dikeluarkan zakat jika telah mencapai batas minimum wajib zakat. Dia mengatakan kadar zakat penghasilan adalah 2,5 persen penghasilan dalam satu tahun.

"Semua bentuk penghasilan yang halal wajib dikeluarkan zakatnya dengan syarat telah mencapai nisab (batas minimum untuk wajib zakat) dalam satu tahun, yakni senilai emas 85 gram. Adapun kadar zakat penghasilan adalah 2,5 persen," katanya.

"Jika penghasilan profesi YouTuber 1 miliar, maka 2,5 persen dari Rp 1 miliar sebesar Rp 25 juta dan begitu seterusnya cara mengeluarkan zakatnya. Pengeluaran zakat penghasilan dapat dikeluarkan pada saat menerima jika sudah cukup nisab. Tetapi jika tidak mencapai nisab, maka semua penghasilan dikumpulkan selama satu tahun," kata dia.

Lebih lanjut, Abdul mengatakan zakat YouTuber Muslim bisa diberikan kepada lembaga amil zakat. Zakat itu bisa membantu kebutuhan fakir miskin.

"Zakat profesi bagi YouTuber Muslim Indonesia bisa diberikan melalui Baznas, Laz dan lembaga amil zakat lainnya yang profesional, amanah dan akuntabel. Manfaat dana zakat, infak dan sedekah yang dikelola Baznas dan Laz akan sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan fakir miskin, kebutuhan sarana keagamaan, dan kegiatan sosial lainnya," tutur dia.

Tonton video 'Miliki Tabungan Amal di Hari Akhir':

[Gambas:Video 20detik]