Banjir Bandang Terjang Mitra, Bupati Larang Galang Dana Sumbangan di Jalan

Trisno Mais - detikNews
Jumat, 24 Sep 2021 23:50 WIB
Bupati Minahasa Tenggara (Mitra) James Sumendap saat tinjau lokasi banjir.
Bupati Minahasa Tenggara (Mitra) James Sumendap saat tinjau lokasi banjir. (Trisno Mais/detikcom)
Minahasa Tenggara -

Bupati Minahasa Tenggara (Mitra) James Sumendap tak mau ada penggalangan sumbangan di jalan untuk korban banjir bandang. Dia meminta agar insiden di wilayahnya tidak dieksploitasi oleh pihak manapun.

"Kami harapkan bencana ini jangan dieksploitasi dalam mencari sumbangan melalui jalanan, baik yang ada di Mitra maupun di luar Mitra," kata Bupati James Sumendap, kepada detikcom, Sabtu (25/9/2021).

"Permintaan sumbangan di jalanan tolong dihentikan. Kami tidak butuh sumbangan yang sulit dipertanggungjawabkan," ujarnya.

James menyebut, pihaknya tidak menutup pemberian sumbangan dari pihak manapun. Para korban pun akan senang mendapat sumbangan itu. Tapi, harus dengan cara yang jelas dan bisa dipertanggung jawabkan.

"Pemerintah dan rakyat Minahasa Tenggara, rakyat Pangu dan Wioi dengan senang hati menerima sumbangan dari semua unsur baik pemerintah, lembaga sosial, organisasi keagamaan, organisasi masyarakat (ormas), organisasi kepemudaan club - club, dan pribadi serta semua yang tidak dapat disebutkan satu persatu," pungkasnya.

Pencarian Korban Dihentikan

Badan SAR Nasional (Basarnas) Manado menghentikan pencarian korban banjir bandang di Mitra, Sulawesi Utara (Sulut), bernama Welly Ngangi (60). Namun Basarnas akan tetap memantau lokasi tersebut.

Korban hilang sejak Senin (20/9/2021). Pencarian dihentikan setelah lima hari pencarian dilakukan dengan hasil nihil.

Operasi pencarian korban tak dilanjutkan setelah berkoordinasi dengan keluarga serta pemerintah setempat.

"Semua tim yang terlibat sudah bersepakat, pada hari kelima pencarian korban, seluruh tim SAR gabungan bersama keluarga korban dan pemerintah setempat untuk menutup pencarian korban. Keluarga korban sudah mengikhlaskan kepergian korban," kata Kepala Basarnas Manado Suhri Sinaga.

(aik/aik)