IG Live Bareng Feni Rose, Puan Pastikan DPR Tetap Terbuka bagi Rakyat

Yudistira Perdana Imandiar - detikNews
Jumat, 24 Sep 2021 22:47 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani
Foto: DPR
Jakarta -

Ketua DPR RI Puan Maharani memastikan DPR RI tetap terbuka bagi rakyat di masa pandemi COVID-19. Puan menyatakan DPR selalu siap menerima aspirasi dari masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Puan dalam Sesi Tanya Jawab (Senja) bersama pembawa acara Feni Rose yang disiarkan live di Instagram, Jumat (24/9/2021). Dalam perbincangan santai dengan tema 'DPR RI Tak Pernah Berhenti Mendengar Aspirasi Masyarakat' itu, Feni Rose mengulik soal kinerja wakil rakyat selama masa pandemi.

"Sekarang masih dibatasi kehadiran di Gedung DPR 20 persen. Setiap acara satu pimpinan wajib hadir, sisanya lewat zoom. Begitu juga dengan mitra kementerian," jawab Puan dikutip dalam keterangan tertulis, Jumat (24/9/2021).

Puan mengatakan tak ada larangan bagi masyarakat yang hendak datang ke gedung DPR RI. Sebab, hingga saat ini belum ada aturan wajib vaksin untuk yang datang ke Gedung DPR, meskipun untuk agenda tertentu ada kewajiban tes antigen atau PCR.

"Sampai sekarang kita belum pakai aplikasi PeduliLindungi (untuk masuk ke gedung DPR) karena banyak yang mau sampaikan aspirasi. Kalau yang mau sampaikan aspirasi belum punya sertifikat vaksin, mereka jadi nggak bisa masuk. Yang penting harus ketat prokes," sebut Puan.

Saat ditanya soal cara apa saja yang bisa ditempuh masyarakat untuk menyampaikan aspirasi ke DPR, Puan menjelaskan masyarakat dapat datang langsung atau mengirimkan aspirasi melalui surat atau via media sosial, baik milik DPR resmi, ataupun langsung ke masing-masing anggota dewan.

Dua wanita yang sama-sama lulusan Universitas Indonesia itu turut berbincang terkait tugas dan kinerja DPR, termasuk mengenai diplomasi parlemen. Puan mengatakan diplomasi bilateral dari sisi legislatif juga penting untuk menyampaikan eksistensi Indonesia di mata dunia, seperti yang baru-baru ini dihadirinya yaitu forum Fifth World Conference of Speakers of Parliament (5WCSP) di Wina, Austria.

"Termasuk ada juga pertemuan ketua-ketua parlemen perempuan di dunia, ada 26 perempuan yang hadir. Tahun depan Indonesia akan jadi tuan rumah G20, di parlemen juga ada P20, forum diplomasi internasional lembaga-lembaga legislatif negara-negara di dunia," ulas Pua.

Puan menerangkan forum diplomasi legislatif internasional akan menjadi sarana bagi DPR dalam menyampaikan visi misi Indonesia. DPR RI, kata Puan, juga selalu berkoordinasi dengan pemerintah agar ada kesamaan visi misi yang akan dibawa di forum internasional.

Feni Rose lantas menyampaikan pertanyaan netizen mengenai sistem pekerjaan di DPR, termasuk mengenai masa reses. Puan pun menerangkan, kegiatan di DPR dilakukan dari Senin-Kamis karena pada hari Jumat digunakan anggota dewan untuk konsolidasi bersama fraksinya. Selain itu, anggota DPR juga tetap turun ke dapil bertemu dengan konstituen di Sabtu-Minggu, meski di luar masa reses.

"Kalau pandemi, bisa melalui zoom karena kita kan punya tim di daerah. Meski diperbolehkan undang-undang, tapi kita harus menjaga untuk tidak ada kerumunan kan. Karena tugasnya anggota itu turun ke lapangan, tapi bisa dilakukan dengan berbagai cara," papar Puan.

Puan menambahkan sebagai Ketua DPR RI dirinya bukan hanya harus turun ke dapilnya di Jawa Tengah, tapi juga menjangkau berbagai daerah di Indonesia.

Selain itu, Puan menjelaskan alasannya sering meninjau vaksinasi. Hal itu dilakukannya sebagai salah satu bentuk pengawasan DPR RI terhadap program penanganan pandemi COVID-19 yang dilakukan pemerintah.

"Salah satu hal yang bisa menyelesaikan pandemi adalah vaksin. Tapi masih ada masyarakat yang belum mau vaksin jadi saya harus menyerap aspirasi apa yang membuat mereka tidak mau vaksin," terang perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

Tak hanya soal isu seputar kinerja DPR, Puan dan Feni Rose juga memperbincangkan mengenai leadership seorang perempuan. Puan mengungkapkan pernah merasa canggung menjadi pemimpin di tengah mayoritas anggota DPR laki-laki. Ia membagikan tips bagaimana menjadi pemimpin yang baik terlepas dari gender.

"Saya yakin perempuan Indonesia hebat-hebat. Kita harus tunjukkan kalau kita mampu. Harus rajin baca, rajin kepo, harus mau tau, nggak boleh malu bertanya dan belajar. Proses ini saya lakukan panjang, dari saya dulu masih mahasiswa sampai sekarang, sudah hampir 30 tahun kali ya," seru Puan.

Ia menekankan pemimpin harus paham mengenai substansi dari setiap isu yang ada. Tak kalah penting, pengalaman serta kemampuan menempatkan diri dalam situasi apapun mesti dimiliki pemimpin perempuan.

"Yang paling penting turun ke bawah, ketemu rakyat, bergaul dengan banyak orang, menyerap aspirasi rakyat. Ini jadi hal yang nggak bisa dipelajari di kantor atau di buku. Bertemu orang jadi satu hal yang harus dilakukan, karena solusi itu hanya bisa didapat kalau kita turun di lapangan," tutur Puan.

Dengan pengalamannya sebagai politisi, Puan mengaku masih pernah merasa grogi saat berbicara atau berhadapan dengan banyak orang. Selain mengenai materi yang tidak boleh salah, Puan menyebut ada berbagai tantangan yang harus dihadapi anggota DPR.

"Ya pernah lah, apalagi yang ditemui orangnya beda-beda. Abis ngomong kesehatan, ngomong ekonomi, dan sebagainya. Belum lagi kita perempuan, rambut berantakan, baju kusut seharian kerja," terang Puan.

"Ada nggak tim yang khusus untuk mengurus itu?" timpal Feni Rose.

"Nggak ada sih karena kebetulan saya kan orangnya simple aja, dari dulu gitu kan. Paling mungkin ada yang bisikin, 'Bu rambut sebelah sini berantakan' atau 'Bu, roknya miring, nggak lurus', paling gitu-gitu aja," lanjut Puan.

Kepada Feni Rose, Puan juga mengaku pernah merasa grogi saat pertama kali berbicara di hadapan umum. Padahal saat itu, ia hanya berbicara di depan 20 orang. Namun semua kendala tersebut menurutnya bisa dihadapi seiring dengan bertambahnya jam terbang, serta percaya diri.

"Saya dulu pernah magang jadi wartawan. Gimana ngejar-ngejar narasumber, harus bisa bikin berita. Itu kan bukan hal mudah. Dulu pelajaran komunikasi massa ada public speaking, tapi di lapangan ternyata nggak semudah yang ada di teori. Tapi lama-lama ya sekarang kayak maunya ngoceh terus," cerita Puan sambil tertawa kecil.

Puan turut membagikan resepnya menjaga kebugaran tubuh di masa pandemi. Ia mengatakan dirinya rutin berolahraga, termasuk sesekali berolahraga di sekitaran Gelora Bung Karno, yang tak jauh dari Gedung DPR.

"Saya lebih seneng olahraga outdoor tapi kalau nggak bisa ya olahraga di rumah. Terus makan enak, kayak masakan Padang, ayam panggang, ayam pop, rendang. Itu favorit. Lalu nonton TV film yang seru-seru, jangan yang bikin sedih. Itu aja sih," ungkap cucu Proklamator RI tersebut.

(fhs/ega)