Lewati Hari Ke-5, Pencarian Korban Banjir Bandang di Mitra Dihentikan

Trisno Mais - detikNews
Jumat, 24 Sep 2021 22:26 WIB
Basarnas Manado menghentikan pencarian korban banjir bandang di Minahasa Tenggara, Sulut, setelah pencarian hari ke-5. (dok Istimewa)
Basarnas Manado menghentikan pencarian korban banjir bandang di Minahasa Tenggara, Sulut, setelah pencarian hari ke-5. (Foto: dok. Istimewa)
Minahasa Tenggara -

Badan SAR Nasional (Basarnas) Manado menghentikan pencarian korban banjir bandang di Minahasa Tenggara (Mitra), Sulawesi Utara (Sulut), bernama Welly Ngangi (60). Namun Basarnas akan tetap memantau lokasi tersebut.

Korban hilang sejak Senin (20/9/2021). Pencarian dihentikan setelah lima hari pencarian dilakukan dengan hasil nihil.

Operasi pencarian korban tak dilanjutkan setelah berkoordinasi dengan keluarga serta pemerintah setempat.

"Semua tim yang terlibat sudah bersepakat, pada hari kelima pencarian korban, seluruh tim SAR gabungan bersama keluarga korban dan pemerintah setempat untuk menutup pencarian korban. Keluarga korban sudah mengikhlaskan kepergian korban," kata Kepala Basarnas Manado Suhri Sinaga, Jumat (24/9/2021).

Sinaga mengatakan pencarian korban sudah dilakukan secara maksimal dengan melibatkan masyarakat. Namun korban yang hanyut belum juga ditemukan.

"Pencarian korban banjir bandang sudah diperluas, akan tetapi tim SAR gabungan belum menemukan keberadaan korban Welly Ngangi," kata dia.

Basarnas Manado menghentikan pencarian korban banjir bandang di Minahasa Tenggara, Sulut, setelah pencarian hari ke-5. (dok Istimewa)Basarnas menyatakan terus memantau dan, bila ada tanda-tanda dari korban, pencarian dilanjutkan (dok Istimewa)

Sinaga menjelaskan proses pencarian mengalami beberapa kendala sehingga ada beberapa alat berat yang diturunkan ke lokasi kejadian.

Sinaga mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam proses pencarian. Menurut dia, meski pencarian korban telah ditutup, dirinya berharap semua pihak selalu berkoordinasi.

"Setelah pencarian operasi SAR yang sudah kami tutup. Akan tetapi, setelah itu ada penemuan tanda korban, kami akan lanjutkan kembali," katanya.

Terpisah, Kepala BPBD kabupaten Minahasa Tenggara Aneka Sumendap menjelaskan pencarian korban telah dihentikan.

"Sudah dihentikan tadi, dan sampai tadi hasilnya nihil. Tadi (hari ini) mereka sisir sampai ke Minaga sana, terus tadi balik lagi ke tempat kejadian perkara (TKP) sudah pakai alat berat dan manual, tapi hasil nihil," kata Sumendap.

Setelah berkoordinasi dengan pihak keluarga, semua pihak sepakat menghentikan pencarian dan mendapatkan respons dari keluarga.

"Keluarga juga sudah. Kami sudah upayakan, tapi karena timbunan material cukup banyak, jadi tadi juga pakai alat berat, tapi memang nihil. Respons keluarga mereka hanya menyerahkan ke Sang Mahakuasa," katanya.

(jbr/jbr)