Ditpolair Gagalkan Penyelundupan Benur Rp 33 M dari Jakarta ke Singapura

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 24 Sep 2021 22:25 WIB
Dirpolair Korpolairud Baharkam Polri Brigjen Pol M. Yassin Kosasih,
Dirpolair Korpolairud Baharkam Polri Brigjen Pol M. Yassin Kosasih Foto: dok. istimwa
Jakarta -

Direktorat Polisi Air (Ditpolair) Baharkam Polri mengungkap sindikat penyelundupan benih lobster (benur) dari Tanjung Priok, Jakarta ke Singapura. Empat orang diamankan dalam kasus tersebut.

Dirpolair Korpolairud Baharkam Polri Brigjen M Yassin Kosasih menyampaikan pengungkapan kasus berawal dari informasi masyarakat bahwa ada kegiatan pengiriman benih bening lobster (BBL) di Pelabuhan Muara Baru, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Polisi kemudian mengamankan pelaku berinisial IS alias A yang merupakan seorang kurir pembawa benih lobster. Pelaku membawa empat koper berisi benur menggunakan mobil.

"Empat koper hitam dibungkus karung diduga berisi benih bening lobster," kata Yassin kepada wartawan, Jumat (24/9/2021).

Peran 3 Pelaku Lain

Polisi kemudian menangkap pria berinisial MH alias M selaku nakhoda speedboat yang akan membawa benih lobster tersebut.

"Akan membawa benih bening lobster dari pelabuhan Muara Baru Jakarta Utara menuju Batam, yang selanjutnya benih bening lobster tersebut akan dikirim ke Singapura," kata Yassin.

Dari keterangan A dan M, diketahui pemilik benur adalah pria berinisial BPS. Lalu diketahui pula peran dari pelaku lain pria berinisial LS.

"Tim kami berhasil mengamankan saudara BPS selaku pemodal atau pemilik, dan saudara LS yang mengatur atau mengkondisikan kegiatan pengirimian BBL di Pelabuhan Muara Baru," katanya.

Yassin menjelaskan, benur itu diketahui dipesan dari pengepul di daerah pantai selatan. Tak hanya satu daerah, pelaku mengumpulkan benur dari Garut, Pelabuhan Ratu, Pacitan, Jember, dan Banyuwangi.



"Melalui jalur darat, menggunakan kendaraan roda empat, dikumpulkan di gudang yang berada di wilayah Sentul, Bogor," kata Yassin.

Di Bogor itulah pelaku berusaha membungkus benih lobster sedemikian rupa untuk mengelabui petugas.

"Benih bening lobster tersebut kemudian di-packing ulang dengan metode packing kering, dan kemudian dimasukkan ke dalam koper-koper yang dibungkus karung sebagai kamuflase," katanya.

Polisi mengamankan beberapa barang bukti seperti dua unit mobil beserta STNK-nya, speedboat abu-abu hitam, empat buah koper hitam. Selain itu, 122.100 ekor benur dan uang Rp 1 juta pun disita.

Dia mengatakan upaya penyelundupan benur itu berpotensi merugikan negara Rp 33,624 miliar. Para tersangka dikenakan Pasal 92 juncto Pasal 26 ayat (1) UU RI Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja yang merubah UU 45/2009 tentang Perubahan UU 31/2004 tentang Perikanan dan/atau Pasal 88 UU 31/ 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah UU 45/2009 juncto Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana.

(aik/jbr)