Jadi Ketum Iskindo, Riza Damanik Ingin Majukan Industri Kelautan RI

Yudistira Perdana Imandiar - detikNews
Jumat, 24 Sep 2021 19:20 WIB
Riza Damanik jadi ketua umum Iskindo.
Foto: Kemenkop UKM
Jakarta -

M Riza Damanik terpilih sebagai sebagai Ketua Umum Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (Iskindo) periode 2021-2026. Pemilihan Ketua Umum Iskindo tersebut dilakukan dalam Kongres III Iskindo, Kamis (23/9).

Kongres yang diselenggarakan organisasi beranggotakan sekitar 35 ribu orang ini digelar secara hybrid. Sebanyak 115 peserta dari berbagai provinsi mengikuti kongres secara luring, yakni di CK Tanjung Pinang Hotel & Convention Center, Kepulauan Riau. Sementara itu, peserta lainnya mengikuti secara daring lewat aplikasi zoom.

Ada sembilan nama kandidat ketua umum yang muncul dalam kongres ini. Pada akhirnya Riza yang terpilih lewat musyawarah dan mufakat.

Riza bukanlah nama baru di lingkungan pegiat kelautan di Tanah Air. Sebelumnya, pada periode pertama Presiden Jokowi, Riza aktif mengawal agenda poros maritim sebagai Ahli Utama Kantor Staf Presiden bidang Kemaritiman.

"Kalau bukan karena tinta, takkan tertulis sebait puisi. Kalau tidak karena cinta. Takkan berkumpul kita disini," kata Riza dalam pidatonya seperti dikutip dalam keterangan tertulis, Jumat (24/9/2021).

"Dari langkat sampai ke Lotim, bersama Hang Tuah dan Hang Jebat. Selamat Hari Maritim. Maritim Kuat, Indonesia Hebat," lanjut Riza dengan berpantun.

Riza menyampaikan terima kasih kepada Ketua Umum Iskindo periode 2018-2021 Zulficar Mochtar, panitia dan semua pihak yang telah mengawal kesuksesan Kongres III Iskindo. Termasuk seluruh pengurus DPW Iskindo yang hadir, baik daring maupun luring.

"Wabil khusus DPW Kepri yang telah mempersiapkan dengan sebaik-baiknya," lanjutnya.

Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM ini juga menyampaikan terima kasih atas amanah yang diberikan kepadanya sebagai Ketum Iskindo Periode 2021-2026.

"Sebuah pekerjaan besar menanti di depan," kata Riza.

Ia meyakini, dengan solidaritas yang kuat dari seluruh pengurus DPP dan DPW di seluruh Indonesia nantinya mampu membuat pekerjaan besar tersebut menjadi terasa ringan sehingga bisa membawa manfaat untuk Indonesia.

Alumni Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro Semarang ini menguraikan ada 3 syarat untuk Indonesia menjadi negara maritim yang kuat. Pertama, adanya SDA berkelanjutan. Kedua, tersedianya SDM kelautan yang unggul. Ketiga, adanya kebijakan yang mendukung tumbuh kembangnya inovasi dan teknologi guna mengoptimalkan pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan.

"Insyaallah SDM yang ada di ISKINDO dapat berkontribusi memenuhi syarat-syarat tersebut," sebut Riza.

Riza menyatakan akan memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, baik itu dengan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, perguruan tinggi, organisasi profesi lainnya, BUMN, swasta, lembaga-lembaga penelitian di dalam dan luar negeri dalam rangka memperkuat kapasitas SDM Kelautan Indonesia.

"Termasuk mendorong pembentukan lembaga sertifikasi profesi jasa kelautan, memperluas peran sarjana kelautan dalam melahirkan inovasi dan teknologi guna mendukung cita-cita besar menjadikan Indonesia sebagai negara maritim yang kuat," tutur Riza.

Ia menambahkan kelengkapan organisasi Iskindo juga akan terus diperkuat melalui peningkatan kapasitas anggota, pendataan dan kemandirian organisasi. Hal tersebut akan menjadi prioritas hingga melengkapi 34 DPW di 34 provinsi seluruh Indonesia.

"Terakhir, insyaallah seluruh konsensus kelautan yang kita sepakati dari Kongres III ini akan kami jalankan sebaik-baiknya," sebut Riza.

"Pergi ke laut membawa pukat, berlayar hingga ke Tunisia. Semoga Iskindo membawa manfaat, memajukan kelautan Indonesia kita," tutur Riza kembali berpantun.

Koordinator Steering Committee Kongres III Iskindo Dr. Hendra Yusran Siri mengatakan pelaksanaan kongres III dilaksanakan pada momen yang tepat. Sebab, bersamaan dengan peringatan Hari Maritim yang diperingati pada tanggal 23 September 2021.

Menurut Hendra, Iskindo hadir untuk memberikan warna dan kontribusi dalam memberi arah baru pembangunan kelautan bangsa Indonesia. Dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) nanti, corak maritim dan kelautan harus mendominasi konsep pembangunan nasional.

"Warna dan corak maritim dan kepulauan harus lebih terdeterminasi dalam blue print pembangunan nasional," ungkap Hendra.

(Adv/)