Ketua DPD Harap BRIN Jadi Lokomotif Kedaulatan Teknologi Nasional

Eqqi Syahputra - detikNews
Jumat, 24 Sep 2021 18:55 WIB
Ketua DPD RI, AA La Nyalla Mahmud Mattalitti apresiasi BRIN yang dapat penghargaan dari FAO.
Foto: DPD
Jakarta -

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendapatkan penghargaan Pencapaian Luar Biasa (Outstanding Achievement Award) dari Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) dan Badan Tenaga Atom Dunia (IAEA) dalam hal pemanfaatan nuklir di bidang pangan.

Ketua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti berharap dengan adanya penghargaan ini, ke depannya BRIN dapat menjadi lokomotif kedaulatan teknologi nasional.

"BRIN mendapat penghargaan atas implementasi teknologi nuklir dalam pertanian. Ke depan, tentu kita berharap kiprah BRIN di bidang lainnya agar kita bisa berdaulat dalam hal teknologi dan tidak selalu ketergantungan dengan teknologi bangsa lain," ujar La Nyalla dalam keterangan tertulis, Jumat (24/9/2021).

Dalam acara penghargaan yang diberikan dalam rangkaian persidangan Konferensi Umum IAEA ke-65 di Kantor PBB Wina, Austria, Senin (20/9) itu, Senator asal Jawa Timur ini berharap BRIN tak berpuas diri atas penghargaan yang diraih. Sebaliknya, penghargaan tersebut harus dapat menjadi pemicu BRIN untuk mengembangkan diri menemukan inovasi teknologi di bidang lainnya.

"Misalnya di bidang kedokteran dan farmasi, karena kita akan menghadapi fase di mana sektor kesehatan memerlukan perhatian penuh setelah terdampak dengan keras oleh wabah COVID-19 yang cukup lama," tambah La Nyalla.

La Nyalla menegaskan, penghargaan itu membuktikan bahwa Indonesia mampu berinovasi dan memiliki kapasitas dalam penguasaan teknologi nuklir untuk tujuan yang sangat positif.

Pemanfaatan teknologi nuklir tersebut menurutnya juga mendukung program pembangunan nasional dan memberikan dampak yang luas dalam manfaat sosial ekonomi langsung kepada masyarakat melalui aplikasi dalam bidang pangan.

"Potensi-potensi pengembangan nuklir untuk kemajuan dunia kedokteran dan farmasi sangat diharapkan agar kita tidak selalu bergantung pada produk kesehatan yang diimpor, namun kita dapat mengembangkan sendiri agar berdaulat secara teknologi di semua bidang," ungkap La Nyalla.

Sebagai informasi, BRIN mendapat penghargaan ini atas capaian dalam riset dan pemanfaatan teknologi nuklir di Indonesia melalui Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN) di bidang pemuliaan tanaman pangan. Hingga saat ini, ORTN melalui teknologi nuklir telah menghasilkan 32 varietas padi, 12 varietas kedelai, 3 varietas sorgum, 1 varietas gandum, satu varietas kacang tanah, dan satu varietas pisang.

(fhs/ega)