detikcom Do Your Magic

Minta Solusi Terbaik, Pengelola Sampah Pondok Betung: Kami Wong Cilik

Athika Rahma - detikNews
Jumat, 24 Sep 2021 18:18 WIB
Lahan pembuangan dan pembakaran sampah di Pondok Betung, Pondok Aren, Tangerang Selatan, 20 September 2021. (Firda Cynthia/detikcom)
Lahan pembuangan dan pembakaran sampah di Pondok Betung, Pondok Aren, Tangerang Selatan, 20 September 2021. (Firda Cynthia/detikcom)
Tangsel -

Lahan sampah di dekat permukiman warga kawasan Pondok Betung dikeluhkan penduduk karena mencemari lingkungan. Pengelola lahan sampah berharap Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) mendapatkan solusi lingkungan terbaik yang tidak meminggirkan pengelolaan sampah tempat rakyat kecil mencari nafkah.

Darkim (60), pengelola lahan sampah tersebut, menyebut dirinya dan rekan-rekannya sesama pemilah sampah hanya warga kecil yang berusaha untuk hidupnya.

"Ya kami ini kan di sini untuk urusan perut lah, jadi tolong untuk bapak-bapak kecamatan, kelurahan, tolong, kami cuma wong cilik," ujarnya saat ditemui detikcom di lahan pembuangan sampah yang dia kelola, di RT 07/RW 01, Kelurahan Pondok Betung, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan, Jumat (25/9/2021).

Darkim bercerita, dirinya sudah melakoni mata pencahariannya sejak 30 tahun lalu, di saat lahan sampah ini masih kosong. Menurutnya, adanya lahan sampah ini membantu banyak orang yang bernasib sama dengannya.

Mereka yang bekerja di sini beragam, ada yang disebut dilahirkan di keluarga yang mengalami masalah finansial, ada pula yang bermasalah dengan usahanya dan tidak memiliki pilihan lain.

"Misalnya aja ada tuh ada, si ibu, dia kejerat utang rentenir. Utangnya buat warteg, ada Corona wartegnya sepi, tapi yang namanya utang kan mana mau tahu. Sampai mau bunuh diri, saya tahan, udah di sini aja," kata Darkim.

Sampah di Pondok Betung, Tangsel, yang dikelola Darkim. 24 September 2021. (Athika Rahma/detikcom)Sampah di Pondok Betung, Tangsel, yang dikelola Darkim. 24 September 2021. (Athika Rahma/detikcom)

Kemudian, ada pula rekan Darkim yang harus mengurus tiga anaknya seorang diri karena sang istri meninggalkannya. Akhirnya, dia terpaksa menjadi tukang pemilah sampah.

"Makanya saya mohon maaf, tolong diberikan solusi yang supaya saya dan semuanya yang di sini bisa kerja terus. Karena kalau cuma bantuan kan nanti habis, kalau kerjaan meskipun sedikit kami tetap bersyukur," katanya.

Sampah di Pondok Betung, Tangsel, yang dikelola Darkim. 24 September 2021. (Athika Rahma/detikcom)Sampah di Pondok Betung, Tangsel, yang dikelola Darkim. 24 September 2021. (Athika Rahma/detikcom)

Darkim juga mengaku minta maaf jika hal yang dia dan rekan-rekannya lakukan mengganggu warga sekitar.

"Saya mohon maaf sekali kalau memang mengganggu, bau, jijik, bikin resah. Tapi saya minta tolong solusi yang juga baik buat kami," tuturnya.



Simak Video "Waduh! Lahan Sampah di Tengah Pemukiman Warga di Tangsel Bikin Resah"
[Gambas:Video 20detik]
(dnu/dnu)