Kejagung Tangkap Buron Kasus Korupsi Bank BUMN Rp 120 M di Bekasi

Tim Detikcom - detikNews
Jumat, 24 Sep 2021 18:13 WIB
Tim gabungan Kejaksaan Agung (Kejagung) menangkap Andre Nugraha Achmad Nouval, buron kasus korupsi bank BUMN yang merugikan negara Rp 120 miliar. Andre ditangkap di Bekasi.
Kejagung menangkap buron kasus korupsi bank BUMN Rp 120 M di Bekasi. (Foto: dok. Kejagung)
Jakarta -

Tim gabungan Kejaksaan Agung (Kejagung) menangkap Andre Nugraha Achmad Nouval, buron kasus korupsi bank BUMN yang merugikan negara Rp 120 miliar. Andre ditangkap di Bekasi.

"Tim Tabur Kejaksaan Agung bersama Tim Tabur Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat berhasil mengamankan buron tindak pidana korupsi pada PT Bank Mandiri Cabang Prapatan, Jakarta Pusat, yang merupakan buron Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta," kata Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/9/2021).

Tim gabungan Kejagung mengamankan terpidana Andre di Mustika Jaya, Bekasi Timur, Jawa Barat. Leonard mengatakan awalnya tim kejaksaan memanggil Andre untuk dijebloskan ke lembaga pemasyarakatan.

Namun Andre tidak memenuhi panggilan sehingga tim penyidik memasukkannya ke dalam daftar pencarian orang (DPO).

"Akhirnya diamankan ketika pencarian diintensifkan bekerja sama dengan Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Agung, dan selanjutnya akan dilaksanakan eksekusi," imbuh Leonard.

Eksekusi itu dilaksanakan berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 1558K/PID/2005 tanggal 27 Maret 2006 Terpidana melanggar Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. MA menjatuhkan vonis 6 tahun dan denda Rp 500 juta terhadap Andre.

Dalam kasus ini, terpidana Andre Nugraha Achmad Nouval dkk pada 14 Februari 2002 atau setidak-tidaknya pada suatu waktu dalam tahun 2002, bertempat di kantor PT Bank Mandiri Cabang Prapatan, Jakarta Pusat, secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, yaitu PT Bank Mandiri Cabang Jakarta Prapatan sebesar Rp 120 miliar.

(yld/jbr)