Biaya Operasi Tumor Warga Kendari Ini Gratis karena Dijamin JKN-KIS

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Jumat, 24 Sep 2021 14:20 WIB
BPJS Kesehatan
Foto: dok. BPJS Kesehatan
Jakarta -

Masyarakat perlu waspada apabila menemukan benjolan pada salah satu bagian tubuh. Bisa jadi benjolan tersebut disebabkan karena tumor atau kista.

Seperti halnya yang dialami Mulyawati (58) yang kini terbaring di rumah sakit usai menjalani operasi akibat penyakit tumor axilla sinistra. Warga asal Kecamatan Anawai Kota Kendari ini mengaku tak terpikir jika benjolan di ketiak kirinya yang semakin membesar ternyata adalah tumor. Sampai ia memutuskan untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

"Saya tidak terpikir kalau benjolan ini adalah tumor tapi semakin lama ukurannya semakin besar dan cukup mengganggu. Akhirnya saya memutuskan untuk ke Puskesmas berobat dan ternyata menurut dokter benjolan ini adalah tumor axilla yang harus segera mendapatkan tindakan medis sebelum semakin parah. Akhirnya saat itu juga diberikan rujukan untuk ke rumah sakit," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (24/9/2021).

Wanita paruh baya yang akrab disapa Wati ini mengatakan dirinya sempat khawatir dengan biaya operasi di rumah sakit. Mengingat ia hanya seorang ibu rumah tangga yang memiliki 5 orang anak. Beruntung Wati sudah mendaftar sebagai peserta Program JKN-KIS segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dengan hak kelas III.

Wati mengaku lega karena memiliki kartu JKN-KIS sebagai penjamin pelayanan kesehatan. Sebab segala biaya pengobatan hingga tindakan operasi sepenuhnya dijaminkan oleh JKN-KIS sebagaimana prosedur dan alur pelayanan.

"Segala proses administrasi hingga selesai operasi alhamdulillah berjalan lancar, tidak ada yang rumit. Selama saya menggunakan kartu ini, petugas Puskesmas ataupun rumah sakit selalu membantu terkait kelengkapan berkas pendukung. Saya hanya berharap semoga ke depannya Program JKN-KIS terus meningkat dan menjadi yang terbaik," tutur Wati.

Sementara itu, anak keempatnya yang bernama Rizki menambahkan sang Ibu selalu berusaha menjaga keaktifan status kepesertaan JKN-KIS. Rizki mengatakan setiap bulan ia membayar iuran JKN-KIS dengan penghasilannya untuk berjaga-jaga apabila ibunya perlu perawatan saat sakit seperti sekarang ini.

"Kami tidak pernah merasa rugi membayarkan iuran JKN-KIS setiap bulan untuk ibu karena selain menjadi pelindung orang tua ketika sakit juga bisa membantu orang lain karena asas gotong royongnya," pungkasnya.

(prf/ega)