Ganjil Genap Depok Cuma Berlaku buat Mobil, Nakes-Ambulans Bebas

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Jumat, 24 Sep 2021 12:52 WIB
Angkutan Umum mengantre di jalan Margonda, Depok, Jawa Barat, Rabu (20/04/2016). Wakil Walikota Depok, Pradi, menginginkan agar seluruh pengemudi angkutan umum diwajibkan untuk menggunakan kartu identitasnya yang terpasang juga di dalam angkot. Hal ini dilakukan untuk memberikan rasa nyaman dan aman kepada penumpang.
Ilustrasi kepadatan lalu lintas di Jalan Margonda, Depok (Grandyos Zafna/detikcom)
Depok -

Depok akan menguji coba ganjil-genap tiap akhir pekan di Jalan Margonda Raya. Ganjil-genap ini hanya berlaku untuk mobil dengan sejumlah pengecualian.

"Hanya untuk mobil. Tetapi untuk tenaga medis, ambulans, logistik, itu pengecualian," kata Kasat Lantas Depok AKBP Andi Indra Waspada saat dihubungi wartawan, Jumat (24/9/2021).

Andi mengatakan pihaknya telah melakukan survei terkait mekanisme aturan ganjil-genap ini. Andi menyebut ganjil-genap hanya berlaku saat akhir pekan saja.

"Untuk ganjil-genap kemarin terakhir kita masih tahap survei lokasi, kedua, nanti kita akan studi banding ke Polda Metro Jaya berkaitan mekanismenya. Diharapkan bulan Oktober uji coba 2 minggu. Pelaksanaan di hari weekend yang kepadatan meningkat, Sabtu-Minggu," kata Indra.

Andi menambahkan ganjil-genap ini terfokus di ruas Jl Margonda Raya mulai kolong flyover Universitas Indonesia sampai simpang Ramanda. Kendaraan yang terdampak ganjil-genap dialihkan ke ruas jalan lain.

"Ruas jalan dari Jaksel sebelum flyover UI, sampai Ramanda. Kalau sekarang ini kita start sebelum flyover, misal Sabtu ganjil, mau melintas situ genap, kita alih ke Komjen Yasin atau putar balik ke Jakarta Selatan. Memang kita sekarang fokusnya untuk alternatif ke Jalan Komjen Yasin," tuturnya.

Pemkot Depok pun mendukung terobosan ganjil-genap yang digagas oleh Satlantas Wilayah Depok tersebut. Ganjil-genap akan diuji coba mulai Oktober 2021.

"Bulan Oktober (uji coba ganjil-genap). Kami mendukung atas inisiatif dari Polres melaksanakan itu, juga mendukung dalam hal mobilitas warga terkait dengan PPKM," ujar Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono saat ditemui di kantor DPRD Depok, Jawa Barat, Rabu (22/9).

(whn/mea)