Dipolisikan Balik Anggota DPRD Tangerang Epa Emilia, Pelapor: Saksi Banyak!

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Jumat, 24 Sep 2021 10:39 WIB
Ilustrasi penganiayaan (dok detikcom)
Ilustrasi pengeroyokan (Foto: dok. detikcom)
Tangerang -

Anggota DPRD Kota Tangerang Epa Emilia melaporkan balik Jopie Amir ke polisi. Jopie Amir dilaporkan atas dugaan penganiayaan terhadap Epa Emilia.

Terkait pelaporan Epa Emilia ini, kuasa hukum Jopie Amir, Daday Cahyadi, belum mau berkomentar banyak. Namun Daday mengungkap pihaknya punya banyak saksi terkait dugaan penganiayaan Epa Emilia dan sopirnya Pabuadi itu.

"Saya belum tahu kalau soal itu (laporan Epa Emilia). Ya kan ada banyak saksi di situ kan. Banyak saksi, nanti kan bisa dilihat," ujar Daday saat dihubungi, Jumat (24/9/2021).

Daday mengatakan pihaknya menyerahkan proses hukum tersebut ke kepolisian. Polisilah, kata dia, yang akan membuktikan soal perkara tersebut.

"Makanya itulah saya bilang kalau kerja polisi nanti, biar nanti minta keterangan. Kalau saya kan mendampingi saja," ujarnya.

Sementara itu, laporan Jopie Amir soal dugaan penganiayaan Epa Emilia masih berproses di kepolisian. Sabtu (25/9) besok, Jopie Amir akan diperiksa polisi atas laporannya itu.

"Yang jelas masih proses, kemarin kan sudah laporan, sudah. Kemudian laporan tersebut nanti hari Sabtu untuk di-BAP menurut kepolisian," ujarnya.

Epa Emilia Laporkan Balik Pelapor

Dalam kesempatan terpisah, Epa Emilia mengaku telah membuat laporan di kepolisian. Epa Emilia menyebut Jopie Amir telah merekayasa laporan di kepolisian.

"Mengetahui, Jopie telah membuat laporan yang sudah direkayasa. Saya pun membuat laporan balik dengan kejadian yang sebenar-benarnya," ujar Epi Emilia di Tangerang, Kamis (23/9) malam.

Epa Emilia melaporkan Jopie Amir atas tuduhan penganiayaan itu pada Rabu (22/9). Laporan Epa Emilia teregister dalam laporan polisi bernomor LP/B/1046/IX/2021/SPKT/Polrestro Tangkot/PMJ.

"(Saya) visum di RSUD Kab Tangerang. (Laporan terkait) penganiayaan ya, Pasal 351 KUHP. Untuk selanjutnya saya menyerahkan pada pihak hukum," terang Epa.

Simak juga video 'Pengacara: Napoleon Bonaparte Tak Pernah Nyatakan Aniaya Kace!':

[Gambas:Video 20detik]




Simak di halaman selanjutnya, kronologi dugaan penganiayaan versi Epa Emilia dan Jopie Amir


Terjadi Kontak Fisik

Epa Emilia merasa tertipu lantaran interior rumah belum dikerjakan. Pada Minggu (19/9), ia kemudian mendatangi Jopie Amir, bermaksud menanyakan soal pemasangan interior rumah tersebut.

"Setelah saya berjumpa dengan Jopie, dia mengaku (transfer ke pembuat interior) Rp 175 juta, jadi saya ingin (dia) mengaku bukti transfer, tolong tunjukkan bukti transfernya," katanya.

Saat itu Epa hendak melihat ponsel Jopie untuk mencari tahu bukti transfer, sehingga terjadi tarik-menarik dengan Jopie Amir.

"Akhirnya terjadilah perdebatan hingga terjadi rebutan HP, tarik-menarik, tangan saya terpelintir. Sampai saat ini pun masih sakit. Hingga menjerit kesakitan, masuklah Pabuadi untuk melerai. Pabuadi berteriak 'tolong lepaskan', namun Pabuadi dihadang dan dipegangi oleh anak buah Jopie Amir beramai-ramai di TKP," ungkapnya.

Saat itulah terjadi baku pukul Pabuadi dengan Jopie Amir. Epa mengakui Pabuadi memukul Jopie Amir dengan pistol.

"Hingga Pabuadi meronta dan terjadilah baku hantam saat itu. Saat itulah Pabuadi mengeluarkan pistol mainan yang dipukulkan secara refleks mengenai kepala Jopie yang sedang memelintir tangan saya. Kemudian Jopie melepaskan pelintiran dan bilang, 'Ini kita hanya salah paham, Bang. Marilah berdamai secara kekeluargaan.' Lalu dibuatlah surat pernyataan damai karena ini adalah suatu kesalahpahaman. Surat pernyataan damainya ini sudah dibuat," jelasnya.

Epa mengira persoalan selesai sampai di situ. Namun rupanya, Jopie melaporkan dirinya dan Pabuadi, sopirnya, ke polisi atas tuduhan pengeroyokan.

Epa merasa Jopie Amir merekayasa kronologi kejadian saat buat laporan di kepolisian. Epa kemudian melaporkan balik Jopie Amir ke polisi.


Pelapor Mengaku Dipaksa Damai

Setelah dugaan penganiayaan itu, Jopie Amir mengaku dipaksa menandatangani perjanjian damai. Namun belakangan, Jopie Amir melaporkan dugaan penganiayaan itu ke polisi.

"Disuruh paksa nandatangani surat damai," ujar Jopie dalam pesan singkat kepada wartawan, Kamis (23/9/2021).

Menurut Jopie, dia dilarang Epa berobat secara mandiri. Jopie mengklaim diminta berobat sesuai arahannya.

"Untuk berobat saja lebih cepat tetap dilarangnya. Terus saya dipaksa ikut dia berobat. Sangat luar biasa kalau beliau begitu cara penyelesaian perkara ini," kata Jopie.

Sementara itu, kuasa hukum Jopie, Daday, mengatakan kliennya mengalami trauma pascakejadian tersebut.

"Trauma, sakit juga. Luka-luka (saat ini). Menurut beliau sih iya (dibawa ke rumah sakit)," terang Daday.

Laporan Jopie Amir tertuang dalam tertuang dalam bukti tanda laporan bernomor : LP/B/1034/IX/SPKT/Polres Metro Tangerang Kota.

(mea/fjp)