Polisi Periksa Saksi Kunci Kasus Pria Tewas Saat Live TikTok di Jaktim

Yogi Ernes - detikNews
Jumat, 24 Sep 2021 10:29 WIB
Garis polisi, police line. Rachman Haryanto /ilustrasi/detikfoto
Ilustrasi (Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta -

Kasus kematian pria inisial IS (29) saat live TikTok di Jatinegara, Jakarta Timur, masih diusut kepolisian. Satu orang saksi kunci diperiksa polisi hari ini.

"Betul ada jadwal (pemeriksaan). Rencananya hari ini satu, mudah-mudahan bisa hadir," kata Kanit Reskrim Polsek Jatinegara AKP Tri Sambodo saat dihubungi, Jumat (24/9/2021).

Sejauh ini polisi telah memeriksa enam saksi untuk mengusut kematian IS. Para saksi itu mulai teman hingga keluarga korban.

Menurut Tri, satu saksi yang diperiksa hari merupakan saksi kunci yang dinilai bisa membuat terang peristiwa tersebut. Nama saksi itu muncul saat penyidik tengah menggali keterangan enam saksi lainnya.

"Betul (saksi kunci). Nama tersebut muncul di dalam permintaan keterangan orang yang sebelumnya diperiksa," jelas Tri.

Polisi belum membeberkan perihal identitas satu saksi kunci yang diperiksa hari ini. Tri pun enggan menjelaskan hubungan saksi tersebut dengan korban.

"Belum diperiksa. Kita belum tahu ada hubungan apa tidak dengan korban," katanya.

Lihat juga video 'Misteri Kematian Pria saat Live TikTok, Keluarga Tepis Bunuh Diri':

[Gambas:Video 20detik]



Baca selengkapnya di halaman selanjutnya, polisi segera gelar perkara

Segera Gelar Perkara

Sebelumnya, Tri mengatakan pihaknya akan segera melakukan gelar perkara terkait kematian IS pekan ini. Gelar perkara itu nantinya bertujuan untuk menentukan penyebab kematian IS, apakah dibunuh atau gantung diri.

"Insyaallah hari Sabtu (25/9) kita lakukan gelar perkara. Mudah-mudahan hari Senin (27/9) kita sudah bisa tentukan sikap," kata Tri saat dihubungi, Senin (20/9).

Kematian pria IS (29) saat live TikTok di Jatinegara, Jakarta Timur, masih jadi teka-teki. Di tengah penyelidikan polisi, pengacara keluarga korban mengungkap dugaan pembunuhan di balik kematian korban.

Pengacara Dosma Roha Sijabat mengungkapkan dugaan pembunuhan itu dilakukan oleh teman dekat korban. Utang-piutang diduga menjadi motif di balik dugaan pembunuhan tersebut.

"Orang terdekat (diduga pelaku). Karena kenapa. Dari CCTV dari sore ke malam, kan di lokasi, semua orang terdekat yang lalu lalang. dan ada menemukan poster saat oleh TKP itu," ucap Dosma saat dihubungi, Minggu (19/9).

(ygs/mea)