PAN Blak-blakan Siap Masuk Kabinet di Tengah Isu Reshuffle

Farih Maulana Sidik - detikNews
Jumat, 24 Sep 2021 07:39 WIB
Ketua DPP PAN, Saleh Daulay
Foto: Saleh Daulay (dok. Istimewa)
Jakarta -

Bergabungnya PAN ke dalam koalisi pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai menjadi salah satu indikator reshuffle segera dilakukan. PAN pun menegaskan tak akan menolak jika diajak diberi kursi menteri.

Ketua DPP PAN, Saleh P Daulay, awalnya bicara soal reshuffle yang merupakan hak prerogatif Jokowi. Dia menyebut PAN tidak ikut campur dalam hal itu meskipun telah bergabung dengan partai koalisi.

"Kalau diajak ya tentu bagus, kita dengan senang hati bisa bantu dari dalam secara langsung bersama partai-partai lain yang sudah ada di dalam terlebih dahulu," kata Saleh kepada wartawan, Kamis (23/9/2021) malam.

Saleh menyebut PAN selalu membantu pemerintahan melalui kritik dan saran yang konstruktif selama berada di luar koalisi Jokowi-Ma'ruf. Jika PAN diajak masuk ke kabinet, kata Saleh, itu artinya Jokowi butuh bantuan lebih dari sekadar kritik dan saran.

"Tentu kalau lebih dari itu kita diajak masuk ya tentu dengan senang hati PAN pun akan merespons dengan baik juga, kita akan siapkan kader-kader terbaik kita untuk bisa membantu presiden," ucapnya.

"Setahu saya sampai sejauh ini PAN belum pernah menyatakan tidak mau atau menolak, sama sekali tidak. Justru itu adalah bagian dari penghargaan penghormatan bagi PAN untuk ikut membantu Presiden Jokowi, apalagi di tengah situasi COVID seperti ini mungkin perlu gotong royong yang lebih besar lagi untuk menangani persoalan yang ada saat ini," tambahnya.

Sebelumnya, isu reshuffle kabinet diembuskan relawan Jokowi Mania (JoMan), yang mengaku mendapat informasi kuat. JoMan mengklaim reshuffle kabinet digelar akhir September atau setidaknya awal Oktober.

Lihat juga video 'Ketum PAN Tepis Bahas Koalisi-Reshuffle Kabinet saat Ketemu Jokowi':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman selanjutnya: