Kolom Hikmah

Generasi Impian

Aunur Rofiq - detikNews
Jumat, 24 Sep 2021 06:00 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Dalam bulan lalu sampai bulan ini perbincangan tentang " wacana amandemen terbatas " masih seru. Apakah dengan melakukan ini, maka negeri tercinta ini akan menuju berkemajuan dan makmur?. Jawabannya akan beragam dan tergantung yang melandasinya. Undang-undang akan mengatur tata kehidupan masyarakat dan mengikat, oleh sebab itu jika ada perubahan tentu masyarakat berharap yang buahnya nanti menjadikan kemakmuran. Namun tidak kalah prioritasnya, negeri ini memerlukan persiapan untuk mencetak generasi impian.

Generasi ini merupakan representasi ilmu pengetahuan dan teknologi, keimanan dan akhlak. Untuk urusan ketatanegaraan akan menjadi amanah para anggota MPR, penulis akan fokus mengulas tentang generasi impian.

Generasi impian merupakan generasi yang menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, beriman dan berakhlak. Seseorang yang beriman yang mencari kesempurnaan ibadah, hendaknya berilmu. Sebab ilmu merupakan pusat segala hal. Keduanya ( ilmu dan ibadah ) laksana sepasang permata.

Dua firman Allah yang menyangkut ilmu dan ibadah. Pertama, " Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui ( mempunyai ilmu ) bahwasanya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya ilmu Allah benar-benar meliputi segala sesuatu." ( QS. ath-Thalaq [65] : 12 ).
Sedangkan firman kedua surah adz-Dzariyat ayat 56, " Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia, kecuali untuk beribadah kepada-Ku."
Kedua ayat ini jelas sekali sebagai bukti kemuliaan ilmu ( tauhid ) dan kemuliaan ibadah yang menjadi kewajiban setiap makhluk untuk melaksanakannya.

Maka agungkanlah keduanya yaitu, ilmu dan ibadah. Karena keduanya adalah tujuan dari penciptaan dua kehidupan, kehidupan dunia dan alhirat.
Seorang Imam al-Hasan al-Bashri berkata, "Tuntutlah ilmu ini dengan tidak merusak ibadah dan kerjakanlah ibadah dengan tidak melalaikan ilmu."

Ilmu menjadi pokok yang harus diikuti dan didahulukan daripada ibadah karena dua alasan. Pertama, wajib mengetahui siapa yang hendak disembah, agar ibadah kita membuahkan hasil yang utuh. Bagaimana kita akan menyembah Dia yang belum kita kenal asma, sifat-sifat dan Dzat-Nya ? Maka ilmu ( tauhid ) yang menuntun agar ibadah ini membuahkan hasil. Kedua, mendahulukan ilmu, karena ilmu yang bermanfaat akan menghasilkan rasa takut pada Allah dan keagungan-Nya. Seperti yang dinyatakan Allah dalam firman-Nya berbunyi, "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah para ulama." ( QS. Fathir [35] : 28 ).

Adapun beberapa ilmu yang wajib dipelajari yaitu, ilmu tauhid, ilmu tasawwuf dan ilmu syariat.
Sepanjang sejarah, umat manusia tidak pernah hidup dalam kegelapan tanpa ilmu dan iman. Di sini perlunya peran penghambaan kepada yang Mahabenar dan Tuhan yang patut disembah, maka peradaban akan terjadi dan berdiri tegak. Jika kita telah menerima sebagai hamba Allah, penerimaan ini menyiratkan bahwa apa pun yang kita lakukan, katakan, harus sesuai dengan yang diinginkan Allah. Berserah diri sebagai hamba Allah akan mengubah sudut pandang tentang kehidupan dan termotivasi untuk menjalani kehidupan ini sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur'an dan sunah Rasulullah.

Generasi impian dalam masa 4IR ini akan ditandai dengan munculnya terobosan teknologi di sejumlah bidang, termasuk robotika, kecerdasan buatan, nano teknologi, komputasi kuantum, bioteknologi, internet of thing (IoT), percetakan 3D dan kendaraan otonom ( autonomous vehicles ). Di sini peranan generasi impian bisa aplikasikan penguasaan iptek pada bidang-bidang tersebut di atas.

Kemampuan nano teknologi dan bioteknologi di bidang perawatan kesehatan dan pangan, kedua bidang ini sangat dibutuhkan dalam masa-masa mendatang dan saat ini. Pandemi sudah berlangsung selama satu setengah tahun, meski sudah tampak pengurangan penularan yang cukup drastis, namun masyarakat tetap harus ekstra hati-hati dan tetap menerapkan prokes. Penguasaan teknologi oleh generasi ini menjadi keharusan, justru dengan dilandasi keimanan dan akhlak yang baik akan memberikan warna dalam peradaban ke depan. Penulis tegaskan bahwa iptek akan bermanfaat bagi kehidupan jika berada pada tangan orang beriman, akan menjadi petaka jika ditangan orang yg tidak berakhlak dengan baik.

Penulis berharap dalam pembahasan amandemen, kiranya bisa memberikan ruang untuk mendorong maupun menyemai generasi impian. Karena masa depan selalu tumbuh dari benih yang dikandung oleh rahim masa kini dan juga disusui oleh masa kini agar dapat tumbuh dewasa. 20 tahun adalah waktu yang cukup dalam persiapkan, sehingga ketika negeri ini berumur 100 thn kemerdekaan akan menjadi negeri yang mampu dan mandiri dari ketergantungan.

Aunur Rofiq

Sekretaris Majelis Pakar DPP PPP 2020-2025

Ketua Dewan Pembina HIPSI ( Himpunan Pengusaha Santri Indonesia )

*Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikcom. Seluruh isi artikel menjadi tanggungjawab penulis. --Terimakasih (Redaksi)

(erd/erd)