Round-Up

Partai Beringin Dihantam Badai Kasus Alex Noerdin-Azis Syamsuddin

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 23 Sep 2021 20:32 WIB
Ilustrasi Azis Syamsuddin
Foto ilustrasi Azis Syamsuddin (Luthfy Syahban/detikcom)
Jakarta -

Badai tengah menerjang Partai Golkar. Dua elite mereka, Azis Syamsuddin dan Alex Noerdin, dihantam kasus bertubi-tubi.

Yang pertama, Alex Noerdin. Dirangkum detikcom, Kamis (23/9/2021), anggota DPR dari Golkar itu ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi pembelian gas bumi oleh BUMD Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) Sumatera Selatan tahun 2010-2019 dan langsung ditahan.

"Penyidik meningkatkan status tersangka AN," kata Kapuspenkum Kejagung, Leonard, Kamis (16/9/2021).

Alex langsung ditahan 20 hari ke depan di rutan Kejagung. Saat kasus terjadi, Alex menjabat Gubernur Sumsel 2001-2012.

Kasus ini bermula pada 2010, ketika Pemprov Sumatera Selatan memperoleh alokasi untuk membeli gas bumi bagian negara. Berdasarkan keputusan Kepala BP Migas, yang ditunjuk sebagai pembeli gas bumi bagian negara itu adalah BUMD Provinsi Sumsel (Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) Provinsi Sumatera.

Dengan dalih tidak mempunyai pengalaman teknis dan dana, PDPDE Sumsel bekerja sama dengan investor swasta membentuk perusahaan patungan (PT PDPDE Gas). Kebijakan ini dianggap penyimpangan dan mengakibatkan kerugian keuangan negara berdasarkan perhitungan BPK RI sebesar USD 30 juta yang berasal dari hasil penerimaan penjualan gas dikurangi biaya operasional selama kurun 2010-2019, yang seharusnya diterima oleh PDPDE Sumsel.

Kerugian keuangan negara sebesar USD 63 juta dan Rp 2 miliar yang merupakan setoran modal yang tidak seharusnya dibayarkan oleh PDPDE Sumsel.

Golkar saat itu mengaku prihatin atas kasus yang menjerat Alex Noerdin. Ketua DPP Golkar yang juga menjabat Ketua Mahkamah Partai, Adies Kadir, mengatakan pihaknya akan mendampingi proses hukum yang sedang berjalan. Proses pendampingan akan berjalan hingga pengadilan.

"Tentunya yang pertama kami fraksi Partai Golkar prihatin terjadi hal tersebut. Karena ini sudah dalam penanganan hukum oleh Kejagung. Jadi kami akan memantau perkembangannya," kata Adies.

"Tentunya Partai Golkar apabila yang bersangkutan ingin didampingi oleh penasihat hukum, kami kan ada bakumham, kami siap untuk dampingi beliau hadapi jalannya penyelidikan dan penyelidikan bahkan sampai di pengadilan," ujarnya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Simak Video: Kata Gubernur Sumsel soal Alex Noerdin Tersangka Korupsi Masjid Sriwijaya

[Gambas:Video 20detik]