BPIP Minta Mahasiswa Jadikan Musik Kebangsaan untuk Bahan Riset

Erika Dyah - detikNews
Kamis, 23 Sep 2021 18:53 WIB
BPIP
Foto: BPIP
Jakarta -

Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) kembali menggelar Bedah Musik Kebangsaan 'Sosialisasi Nilai-Nilai Pancasila Lewat Musik' dari kampus ke kampus. Kali ini, kegiatan Bedah Musik Kebangsaan berlangsung di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Serang, Banten.

Dalam sambutannya, Rektor Untirta, Fatah Sulaiman mengungkap pihaknya sebagai tuan rumah bersyukur bisa bersinergi dengan BPIP, Sinergy of Indonesia, dan Indonesia Care.

"Bedah Musik Kebangsaan ini wujud sinergi, inovasi, dan motivasi membangun negeri khususnya milenial. Sesuai amanah Presiden Jokowi, para rektor wajib mendidik mahasiswa agar jadi SDM unggul dan utuh," ujar Fatah dalam keterangan tertulis, Kamis (23/9/2021).

Fatah menyampaikan pengalamannya saat berkunjung ke Korea Selatan. Menurutnya, lagu kebangsaan Korea diperdengarkan di seluruh pelosok Negeri Ginseng.

"Indonesia juga bisa. Saya suka lagunya Cokelat, Bendera. Genre dangdut juga membangkitkan nasionalisme," imbuhnya.

Diketahui, band berprestasi asal Untirta, yakni Sarasa Ethnic menampilkan lagu Cinta Indonesia di depan podium dalam kegiatan ini. Penampilan dari Sarasa Ethnic turut mengundang antusiasme Wakil Kepala BPIP, Haryono yang hadir dalam acara.

Haryono menilai para personel band yang notabene mahasiswa itu sangat cerdas karena mampu memadukan instrumen modern dan tradisional.

"Begitu pula Pancasila. Tradisi tidak harus disikapi tradisional, tapi dikembangkan untuk dinamika berbangsa bernegara," jelas Haryono.

Menurutnya, kesenian sarat akan kreasi, imajinasi, dan prestasi. Oleh karena itu, Haryono berharap Bedah Musik Kebangsaan bisa dimaknai para mahasiswa sebagai bahan riset untuk masa depan Indonesia.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia yang hadir dalam kegiatan ini juga turut menyampaikan apresiasi. Ia mengatakan ini merupakan gelaran ketiga dari Bedah Musik Kebangsaan yang diadakan BPIP, setelah sebelumnya diadakan di Universitas Indonesia dan Universitas Padjadjaran.

Pria yang juga merupakan Founder Sinergy Of Indonesia ini mengatakan, pihaknya dan Indonesia Care (komunitas musisi) telah membuat Nyanyian Rumah Indonesia. Adapun album ini berisi 5 lagu daerah yang diaransemen ulang dan 4 lagu karangan para musisi.

"Album ini tak ada manfaat jika tak disosialisasikan kembali ke milenial. Maka kami menghubungi BPIP. Ke depan kami bersinergi lagi menjangkau lebih banyak sekolah dan kampus," paparnya.

Sebagai informasi, kegiatan ini dihadiri pula oleh Plt. Sestama BPIP Karjono, Deputi I BPIP Prakoso, Direktur Sosialisasi BPIP M. Akbar Hadiprabowo dan Pakar Kebijakan Publik Harits Wicaksana.

Diketahui, para musisi yang hadir juga mendendangkan sejumlah lagu, seperti Rayuan Pulau Kelapa (Conrad GV), Anak Negeri (Shanna Shanon dan Alshant), Bangun Pemudi Pemuda (Alshant dan Awing) dan Dari Sabang Sampai Merauke (Slag band). Kegiatan ini diikuti para Mahasiswa Untirta baik secara daring maupun luring.

(mul/mpr)