Jokowi: Indonesia Bangsa Maritim Harus Kita Kokohkan, Jangan Jargon Semata

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Kamis, 23 Sep 2021 17:26 WIB
Presiden Joko Widodo hadiri acara Global Covid-19 Summit yang digelar secara virtual, Rabu (22/9/2021).
Presiden Jokowi (Lukas/Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbicara mengenai Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Jokowi menegaskan, dengan kekayaan hayati laut terbesar di dunia, Indonesia sudah selayaknya menjadi poros maritim dunia.

"Identitas Indonesia sebagai bangsa maritim harus terus-menerus kita pulihkan dan kita kokohkan, bukan melalui jargon-jargon kemaritiman semata, tetapi melalui kerja nyata di berbagai bidang," kata Jokowi saat menyampaikan sambutan di acara puncak Hari Maritim Nasional 2021, Kamis (23/9/2021).

Jokowi memastikan pemerintah terus bekerja untuk meningkatkan konektivitas laut. Selain itu, kata Jokowi, pemerintah terus meningkatkan keamanan maritim dan memberdayakan potensi maritim untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.

"Pemerintah telah dan terus bekerja untuk meningkatkan konektivitas ribuan pulau kita. Bukan hanya melalui pembangunan pelabuhan besar dan kecil yang berada di pulau-pulau kecil dan terisolir, tetapi juga menghubungkannya melalui program tol laut untuk mempermudah mobilitas barang dan orang antarpulau dalam rangka menjamin pelayanan masyarakat yang lebih baik dan meningkatkan nilai tambah ekonomi lokal," ujar Jokowi.

Mantan Gubernur DKI itu mengatakan pulau-pulau terpencil mempunyai potensi perekonomian yang tinggi. Dia mencontohkan potensi industri pangan yang berbasis laut seperti perikanan.

"Dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi menempati posisi sangat strategis untuk mendukung upaya tersebut. Pemanfaatan dan pengembangan iptek di dunia perkapalan dan pertumbuhan industri perkapalan dalam negeri harus terus-menerus kita upayakan, bukan hanya industri pembuatan kapal saja, tetapi juga industri jasa perhubungan dan jasa logistik berskala global harus terus kita kembangkan. Kita harus menjadi raja di laut kita," imbuh Jokowi.

Selain itu, Jokowi mengajak semua pihak mengubah cara pandang terhadap laut. Jokowi menegaskan laut adalah anugerah bagi bangsa Indonesia.

"Cara kita melihat laut juga harus berubah. Laut bukanlah pemisah. Laut adalah penghubung antarpulau. Laut bukanlah belakang rumah yang kita punggungi, tetapi laut adalah halaman rumah tempat kita menghadap. Laut bukanlah tempat untuk membuang yang tidak kita perlukan, tapi laut adalah tempat kita bersandar hidup. Laut adalah sumber penghidupan di mana banyak rezeki tersimpan di dalamnya. Laut adalah anugerah Tuhan yang harus kita jaga, harus kita muliakan," ujar Jokowi.

Atas hal itu, Jokowi meminta kekayaan laut Indonesia dimanfaatkan secara bijak. Dia ingin laut terus dijaga untuk generasi masa depan.

"Pemanfaatan sumber daya maritim itu perlu, tapi harus secara arif dan bijak. Penangkapan ikan di laut itu perlu, tapi pola penangkapannya harus terukur sesuai asas keberlanjutan sumber daya laut. Sekali lagi, sikap arif dan bijak, pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi secara arif dan bijak akan membuat kita menjadi negara yang kuat dan makmur berbasis kekuatan kemaritiman kita," kata Jokowi.

(knv/tor)