Pemerintah Terus Kebut Vaksinasi di 4 Lokasi PON Papua

Jihaan Khoirunnissa - detikNews
Kamis, 23 Sep 2021 14:12 WIB
Deputi Bidang Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan dan Prestasi Olahraga Kemenko PMK Didik Suhardi
Foto: BNPB
Jakarta -

Pekan Olahraga Nasional (PON) XX akan segera berlangsung pada Oktober 2021 mendatang. Pemerintah terus mengebut persiapan ajang olahraga tersebut, termasuk mengejar target capaian vaksinasi.

Deputi Bidang Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan dan Prestasi Olahraga, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Didik Suhardi mengatakan pihaknya terus mendorong percepatan vaksinasi di 4 kabupaten/kota penyelenggara PON di Papua. Adapun ke-4 daerah tersebut antara lain Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Merauke.

"Kita mengimbau masyarakat di sekitar venue, atau di 4 kabupaten itu untuk melakukan vaksinasi. Oleh karena itu di 4 lokasi, Kabupaten dan Kota Jayapura, Mimika, dan Merauke ini target pemerintah vaksinasi minimal 70 persen. Diharapkan kita akan meminimalisasi risiko terhadap COVID-19," ujarnya dalam webinar 'Kesiapan Pemerintah Terapkan Prokes Covid - 19 Saat PON XX Papua & WSB Lombok', Kamis (23/9/2021).

Lebih lanjut Didik menjelaskan cakupan vaksinasi di Jayapura sudah hampir mendekati target 70 persen. Sementara untuk beberapa daerah lain, seperti Mimika pelaksanaan vaksinasi masih harus digenjot. "Di Jayapura itu sudah hampir mendekati 70 persen. Di Mimika sesuai penjelasan Pak Kapolda itu sebelum hari H sudah akan mencapai 70 persen," tuturnya.

Tidak hanya bagi penonton, menurut Didik syarat vaksinasi juga berlaku bagi atlet dan kontingen yang akan bertanding dalam PON XX. Guna meminimalisir risiko penyebaran maka para atlet dan kontingen wajib sudah divaksin sebanyak 2 kali.

"Kemudian terkait antisipasi penonton yang kemungkinan akan banyak dan ada kemungkinan penonton belum divaksin, maka Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan BNPB sudah menyiapkan posko tempat vaksinasi. Jadi mereka tentu akan mendapatkan treatment khusus, sehingga bisa meminimalisir persoalan tadi," terangnya.

"Jadi mitigasi untuk pelaksanaan kegiatan ini luar biasa. Termasuk soal penonton 25 persen, saya pikir itu sudah diputuskan dengan hati-hati. Tapi tetap memberikan peluang untuk masyarakat ikut meramaikan, memeriahkan Pekan Olahraga Nasional di Papua," pungkasnya.

(ega/ega)