Polri Usut Satu Per Satu Kasus Penyerangan Ustaz yang Dinilai Tak Kebetulan

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Kamis, 23 Sep 2021 13:58 WIB
Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menyampaikan pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar ada 2 orang. Para pelaku sempat dicegah memasuki Gereja
Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Muhammadiyah menilai penyerangan ustaz yang terjadi di berbagai daerah beberapa hari terakhir bukan sebuah kebetulan. Polri akan memastikan hal tersebut dengan mengusut satu per satu kasus.

"Kita usut setiap kejadian yang ada," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono saat dimintai konfirmasi, Kamis (23/9/2021).

Muhammadiyah juga menduga ada aktor intelektual di balik sejumlah penyerangan ustaz. Namun Argo berharap dugaan Muhammadiyah tak ada.

"Semoga tidak ada. Tetap melaksanakan tugas sesuai prosedur," imbuhnya.

Sebelumnya, Muhammadiyah menyoroti aksi penyerangan terhadap ustaz di berbagai daerah. Muhammadiyah meyakini penyerangan terhadap ustaz bukan sebuah kebetulan.

"Peristiwa penyerangan ustaz yang terjadi beruntun besar kemungkinan bukan suatu kebetulan. Patut diduga ada yang sedang bermain api," cuit Sekretaris Umum (Sekum) Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Abdul Mu'ti di akun Twitternya, Kamis (23/9).

Abdul Mu'ti menyebut aktor di balik penyerangan ustaz dipastikan bukan orang baik. Ia meminta polisi mengusut dan menangkap para pelaku penyerangan ustaz.

"Polisi harus bekerja lebih cepat agar tidak muncul berbagai spekulasi dan provokasi yang memperkeruh suasana," jelas Abdul Mu'ti.

Aksi penyerangan terhadap ustaz sendiri baru saja terjadi di Batam, Kepulauan Riau. Korbannya adalah Ustaz Abu Syahid Chaniago. Ia diserang orang tak dikenal saat sedang berceramah di Masjid Baitusyakur.

Penyerangan itu terjadi pada Senin (20/9). Pelaku berinisial H tiba-tiba menyerang dari sisi kanan ustaz tersebut.

Sementara itu, dalam video lainnya, terlihat pelaku diamankan jemaah. Namun pelaku terus melawan. Pelaku kemudian diserahkan ke Mapolsek Batu Ampar.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Goldenhardt mengatakan Ustaz Chaniago dipukul dengan tangan kosong. Saat itu Ustaz Chaniago sedang berceramah di acara pengajian.

"Diserang dengan tangan kosong. Aksi itu tiba-tiba. Terjadi saat Ustaz Abu Chaniago memberikan ceramah sekitar pukul 11.15 WIB," jelasnya, Selasa (21/9).

(aud/aud)