Geng Motor di Bekasi Berulah Usai Pesta Ultah, 1 Orang Terluka

Arief Ikhsanudin - detikNews
Kamis, 23 Sep 2021 13:47 WIB
ilustrasi tawuran
Foto: Ilustrasi oleh Mindra Purnomo
Jakarta -

Geng motor bernama Geng Rauwsterdam, di Kota Bekasi berulah usai mengadakan pesta ulang tahun (ultah) salah satu anggotanya. Mereka tawuran dengan Geng Groak 297, hingga akibatkan satu orang terluka.

Menurut Polsek Pondok Gede, kejadian ini terjadi pada 12 September 2021. Saat itu, salah satu anggota Geng Rauwsterdam, berulang tahun dan dirayakan hingga pukul 04.00 WIB.

"Geng Rauwsterdam mengadakan acara ulang tahun saudara Gupong, salah satu anggota geng tersebut di daerah Centra Kota Jatibening, Jati Agung Pondok Gede. Kumpul dan nongkrong di sana sampai pukul 04.00 WIB," kata Kapolsek Pondok Gede Kompol Puji Hardi, kepada wartawan, Kamis (23/9/2021).

Setelah pesta ulang tahun selesai, Geng Rauwsterdam menantang tawuran kelompok dari Kampung Sawah, Geng Groak 297 melalui pesan media sosial. Mereka pun mengatur lokasi tawuran di Jl Alteri JORR Jatiwara, Jetimelati, Kecamatan Pondok Melati.

"Geng Rauwsterdam mempersiapkan peralatan dengan membawa kayu dan celurit yang telah dibawa oleh gengster lain yang saat itu sedang bergabung," ujar Puji.

Saat sampai di TKP, ternyata Geg Groak 297 telah siang. Pertemuan kedua kelompok itu langsung menimbulkan tawuran dan saling menyerang.

"Geng Groak 297 sempat menyalakan petasan. Saat itu, Geng Rauwsterdam sempat mundur sebentar dan langsung menyerang kembali, dan Geng Groak 297 berusaha melarikan diri. Saat mundur, salah satu anggota geng Groak tertinggal. Geng Groak 297 langsung menyerang sehingga korban terluka akibat bacokan celurit," ujar Puji.

Korban merupakan pelajar dan masih di bawah umur berinisial CHP. Dia sempat dibawa oleh teman-temannya ke RS Polri Kramat Jati untuk diberikan pertolongan.

"Korban mengalami luka tusuk pada bagian lengan, tangan kanan dan kiri. Luka tusuk pada paha sebelah kanan, dan luka tusuk pada pinggang sebelah kiri akibat senjata tajam," kata Puji.

Buser Polsek Pondok Gede telah mengetahui tiga pelaku penganiayaan. Dua orang adalah pelajar berinisial F dan P, dan satu orang dewasa berinisial KA aliah Jieh.

Tiga pelaku itu ditangkap pada 13 September 2021 di rumahnya masing-masing. Ada beberapa barang bukti yang diamankan, yaitu satu celurit, satu celana berlumuran darah dan dua buah ponsel.

"Berdasarkan keterngan saksi dan tersangka terhadap perbuatan pelaku maka para tersangka dikenakan PASAL 80 UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo Pasal 170 KUHPidana Jo Pasal 55 KUHPidana," ujar Puji

(aik/mei)