Airlangga, Habib Syech dan Nusron Wahid Hadiri Haul Ki Ageng Gribig Malam Ini

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 23 Sep 2021 10:57 WIB
Airlangga Hartarto
Airlangga Hartarto (Foto: dok. Kemenko Bidang Perekonomian)
Jakarta -

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto malam ini akan menghadiri acara 'Haul dan Sholawat untuk Indonesia' dalam rangka memperingati wafat leluhurnya, Ki Ageng Gribig. Leluhurnya ini adalah ulama besar penyebar Islam di kawasan Jatinom, Klaten, Jawa Tengah.

Haul Ki Ageng Gribig tahun ini dilaksanakan oleh Majelis Dzikir dan Sholawat Ahlul Hidayah (Majelis AH) pimpinan KH Nusron Wahid. Haul akan dilaksanakan di area makam Kia Ageng Gribig, Kamis (23/9/2021) malam .

Pimpinan Majelis Ahbabul Musthofa, Solo, Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, dan Wakil Mudir 'Aam Imdlodiyah Idaroh 'Aliyah JATMAN, Habib Umar Al Muthohar dijadwalkan hadir dalam acara ini. Haul rutin sejak ratusan tahun lalu diadakan di minggu kedua bulan Safar itu juga akan dihadiri ulama se-Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Nusron mengatakan, selama ratusan tahun Ki Ageng Gribig telah mewariskan tradisi yang disebut Saparan (bulan kedua penanggalan Jawa). Masyarakat setempat juga mengenal dengan tradisi Ya Qowiyyu. Ya Qowiyyu diyakini berasal dari lantunan doa Yaa qowiyyu, yaa aziz qowwamina wal muslimin, yaa qowiyyu warzuqna wal masulimin. Bacaan tersebut umum diamalkan sebagai doa memohon kekuatan.

Menurut Nusron, karena masih dalam suasana pandemi COVID-19, haul akan digelar dengan model hybrid. Sebagian besar jamaah mengikuti secara daring. Ulama yang hadir di lokasi sangat terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Acara ini untuk menandai sekaligus meneladani perjuangan ulama besar bernama Mbah Gribig (Ki Ageng Gribig), keturunan Raja Majapahit Brawijaya V dari Sultan Agung, Demak," kata Nusron dalam keterangan tertulisnya hari ini.

"Semangat perjuangan beliau yang telah mewariskan sebuah tradisi Ya Qowiyyu, pembagian apem dan nilai kebaikan lainnya menjadi penting dijadikan pelajaran bagi umat Islam dan bangsa Indonesia," sambung anggota Komisi VI DPR RI ini.

Nusron menyatakan Airlangga, yang merupakan Mustasyar Aam atau Ketua Dewan Penasihat Majelis AH, adalah pemangku makam Ki Ageng Gribig. Dari silsilah leluhur Jawa, Ki Ageng Gribig adalah cucu Prabu Brawijaya dari Kerajaan Majapahit, putra dari RM Guntur atau Prabu Wasi Jolodoro.

Airlangga, menurut Yusron, sejak kecil rutin menghadiri haul Ki Ageng Gribig bersama ayahnya R Hartarto Sastrosoenarto (Menteri era Soeharto).

Secara teknis, Majelis AH akan menyiarkan langsung acara haul di laman YouTube. Selain itu, panitia menyediakan link Zoom yang dibagi ke dalam lima zona, yakni zona 1 Sumatera, zona 2 Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat, zona 3 Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, zona 4 Jawa Timur, dan zona 5 Kalimantan dan Indonesia timur.

Nusron menambahkan, sebelum masa pandemi, setiap tahunnya ribuan warga menghadiri acara tersebut. Panitia haul juga melestarikan peninggalan Ki Ageng Gribig dengan membagikan kue apem dalam jumlah lebih dari 5 ton. Apem tersebut bukan hanya dari panitia, tetapi warga yang mencintai sosok Kia Ageng Gribig juga turut membuat kue apem yang nantinya dibagikan ke seluruh masyarakat.

Pembagian kue apem dilakukan sejak mendiang Ki Ageng Gribig hidup dan sepulang dari Mekah al-Mukaromah. Kala itu karena oleh-oleh yang ia bawa dari Mekah tidak cukup untuk dibagikan kepada masyarakat. Kiai yang juga dikenal Syekh Maulana Magribi itu meminta istrinya membuat kue dengan sebutan apem. Kata apem sendiri diyakini berasal dari saduran kata Arab 'affan' yang artinya memohon ampunan kepada Allah SWT.

(hri/fjp)