Kerja Sama Lintas Sektor Dinilai Vital dalam Pemulihan Ekonomi RI

Yudistira Perdana Imandiar - detikNews
Rabu, 22 Sep 2021 22:42 WIB
MPR
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menekankan kerja sama lintas sektor sangat diperlukan untuk menjawab tantangan ekonomi pada kondisi yang tidak menentu akibat pandemi. Menurutnya sinergi dan koordinasi mesti diperkuat agar dapat menjalankan kegiatan ekonomi tanpa mengesampingkan keselamatan masyarakat.

Hal itu disampaikan Lestari saat membuka diskusi daring bertema 'Kesiapan Sektor Ekonomi Pascapandemi' yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12 bekerja sama dengan DPP Partai NasDem bidang Kebijakan Publik dan Isu Strategis, Rabu (22/9/2021).

Diskusi ini dimoderatori Tenaga Ahli Wakil Ketua MPR RI Dr. Irwansyah, serta menghadirkan narasumber Anggota Komisi XI DPR RI Fauzi H. Amro, Deputi Menteri Pariwisata RI, Bidang Kebijakan Strategis Raden Kurleni Ukar, Direktur Sparklabs Incubation Universitas Pelita Harapan/UPH, Pemerhati UMKM Dr. Radityo Fajar Arianto, dan Asosiasi Bioteknologi, Presiden Asosiasi Dokter Hewan Unggas Indonesia Drh. Dedi Kusmanagandi. Turut hadir sebagai penanggap Ketua Koorbid Kebijakan Publik dan Isu Strategis DPP Partai NasDem Dr. Suyoto, Direktur Penyakit Menular WHO- South East Asia Regional Office (SEARO), 2018-2020 Prof. Dr. Tjandra Yoga Aditama, serta CEO & Bureau Chief Mobiliari Group Millie S. Lukito sebagai penanggap.

"Kita harus mampu memperpendek jarak antara harapan dengan kenyataan sehingga bisa membangun satu kesadaran bahwa pada masa transisi ini untuk membangun sektor ekonomi membutuhkan norma-norma baru yang harus diterapkan," ujar Lestari.

Lestari menekankan di masa pandemi strategi pemerintah harus bisa dijalankan untuk mengatasi sejumlah tantangan sesuai realita yang ada saat ini. Menurutnya, pemulihan sektor ekonomi bukan hanya menyasar perbaikan indikator dalam skala makro, melainkan ekonomi skala mikro juga harus menjadi target dalam perencanaan.

Sementara itu, Direktur Sparklabs Incubation Universitas Pelita Harapan UPH Radityo Fajar Arianto berpendapat sejumlah upaya yang harus dilakukan pada sektor UMKM adalah pemberdayaan, pengembangan, pembiayaan, penjaminan, dan kemitraan, untuk kemudian bisa bertransformasi menjadi usaha berskala besar.

Radityo menyatakan tantangan yang dihadapi sektor UMKM cukup berat di era transformasi digital ini. Sebab, digitalisasi bisa menjadi peluang sekaligus ancaman bagi UMKM yang bertransformasi ditambah persaingan harga yang bisa membatasi inovasi. Agar bisa menjalankan bisnis secara berkelanjutan, Radityo menyarankan agar UMKM memiliki roadmap yang realistis untuk mencapai tujuan.

Deputi Menteri Pariwisata RI, Bidang Kebijakan Strategis, Raden Kurleni Ukar menambahkan sektor ekonomi kreatif saat ini menunjukkan harapan untuk tumbuh. Tanda-tanda peningkatan mobilitas masyarakat di wilayah yang kondisi penyebaran COVID-19 nya mulai terkendali menjadi salah satu pendorong tumbuhnya sektor pariwisata.

Raden Kurleni menyampaikan di masa transisi pemerintah berupaya fokus pada bentuk wisata seperti staycation, wisata dengan perjalanan pendek dan long distance di kawasan yang jauh dari keramaian. Untuk merealisasikan rencana tersebut, pemerintah melakukan peningkatan kapasitas SDM, reorientasi destinasi pariwisata, peningkatan resilience dan daya saing wisata, serta inovasi produk dan jasa.

Sementara itu, Presiden Asosiasi Dokter Hewan Unggas Indonesia Dedi Kusmanagandi berharap sejumlah peraturan yang ada untuk mengendalikan sektor peternakan unggas diterapkan dengan konsisten. Ia pun meminta pemerintah memaksimalkan peran Badan Pangan Nasional untuk menstabilkan harga telur dan ayam bila terjadi gejolak.

Ketua Koorbid Kebijakan Publik dan Isu Strategis DPP Partai NasDem Suyoto menimpali, untuk menyiasati perubahan permintaan secara drastis pada masa transisi, time delay dalam pemenuhan permintaan mesti diperpendek. Suyoto menyarankan, para pemangku kepentingan segera melakukan mapping sejumlah sektor ekonomi yang mengalami time delay saat menghadapi perubahan permintaan yang kerap berubah drastis di masa pandemic.

Selain itu, Suyoto menegaskan pemanfaatan teknologi digital harus ditingkatkan sebagai salah satu faktor pendorong bergeraknya perekonomian di masa transisi ini.

Hal senada diungkapkan Jurnalis senior Saur Hutabarat yang berpendapat pemerintah harus memperkuat dan memperluas infrastruktur digital untuk membangun ekonomi di masa pandemi. Saur menekankan sikap kehati-hatian dari semua pihak sangat diperlukan karena masih ada potensi gelombang ketiga penyebaran COVID -19 di Tanah Air.

(akn/ega)