Round-Up

Ironi Anak-anak Riau Terjepit di Konflik Pekerja Vs Perusahaan Sawit

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 22 Sep 2021 22:13 WIB
Komnas Perlindungan Anak Riau dan prajurit TNI AU turun untuk mengevakuasi ratusan anak korban konflik antara eks pekerja dengan perusahaan. (dok Istimewa)
Komnas Perlindungan Anak Riau dan prajurit TNI AU turun untuk mengevakuasi ratusan anak korban konflik antara eks pekerja dengan perusahaan. (dok Istimewa)
Pekanbaru -

Ratusan pekerja perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Kampar, Riau, bentrok dengan pihak sekuriti perusahaan. Ratusan anak pekerja kebun terdampak sehingga harus dievakuasi.

Bentrokan terjadi pada Selasa (14/9/2021) di wilayah kerja PT Padasa Enam Utama pukul 10.00 WIB. Awalnya, puluhan sekuriti datang dan meminta pekerja meninggalkan mes.

"Ini buntut dari PHK ratusan pekerja oleh perusahaan. Pekerja pernah demo juga dan demo terakhir itu di kantor gubernur," kata kuasa hukum pekerja, Norma Sari Simangunsong, Rabu (15/9/2021).

Norma mengatakan total ada 618 pekerja di-PHK oleh perusahaan. Dalam PHK itu, pekerja dijanjikan mendapat pesangon hingga uang pindah rumah.

Sayangnya, janji pihak perusahaan tidak pernah terealisasi. Pekerja kemudian mengajukan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial di Kota Pekanbaru untuk minta keadilan.

"618 orang di-PHK, lalu dibujuk perusahaan untuk kerja lagi. Sisa tinggal 200-an dan itu juga banyak sudah pulang kampung sama cari kerja lain. PKH katanya ada pesangon, tapi tidak ada sama sekali. Katanya ada uang pindah rumah 2-7 juta, itu juga tidak terealisasi," ucap Norma.

Akibat tidak ada penyelesaian itulah pihak pekerja mengajukan gugatan ke PHI. Sayang, gugatan belum selesai perusahaan sudah berulang kali memaksa pekerja keluar dari mes.

"Di tengah buruh mengajukan gugatan ke PHI, kemarin terjadilah upaya pengusiran paksa. Ada 7 luka-luka, pihak perusahaan sewa pihak ketiga untuk mengusir, bawa kayu balok, pentungan, parang termasuk samurai," ujarnya.

Akibat konflik itu, ratusan anak pekerja kebun tersebut dievakuasi TNI AU dan Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) untuk menghindari dampak konflik.

"Anak-anak pekerja kebun yang trauma dievakuasi langsung oleh Komnas PA dan TNI AU," ujar Norma, Selasa (21/9/2021).

Norma mengaku telah mengadukan konflik antara mantan pekerja dan PT Pedasa Enam Utama di Kampar, Riau. Dia mengadukan soal nasib anak-anak pekerja yang trauma.

"Kami memang ada adukan soal anak-anak ini kepada Komnas PA. Jadi evakuasi telah dilakukan sejak awak konflik, anak-anak ini banyak trauma karena banyak sekuriti dan polisi, mereka terganggu," katanya.

Simak selengkapnya di halaman berikut