Mobilitas Masyarakat Meningkat, Menkominfo: Jadi Perhatian Bersama

Erika Dyah - detikNews
Rabu, 22 Sep 2021 22:13 WIB
PPKM Darurat di Ibu Kota dinilai belum efektif. Mobilitas masyarakat masih tinggi ditandai dengan kemacetan yang terjadi dimana-mana.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate mengatakan potensi gelombang baru COVID-19 tidak hanya bisa dipicu oleh kehadiran varian baru. Akan tetapi juga disebabkan oleh peningkatan mobilitas masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan.

Oleh karena itu, pemerintah mengajak masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan di tengah pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Ia berharap agar aktivitas masyarakat dapat berangsur pulih tanpa mengeskalasi risiko peningkatan kasus COVID-19 di Tanah Air.

"Untuk itu, kita perlu sama-sama mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19 yang bisa dipicu oleh peningkatan mobilitas masyarakat. Penerapan protokol kesehatan harus selalu diterapkan untuk menghindari risiko lonjakan kasus," ujar Johnny dalam keterangan tertulis, Rabu (22/9/2021).

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Johnny mengungkap telah terjadi peningkatan mobilitas masyarakat di Indonesia sejak 2 Agustus 2021. Bahkan, saat ini mobilitas masyarakat, khususnya di Jawa dan Bali, telah meningkat secara signifikan.

Ia menambahkan data tersebut sejalan dengan laporan WHO pada Rabu (15/9) yang menyatakan mobilitas masyarakat Indonesia meningkat signifikan dalam sepekan terakhir. Khususnya di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten.

"Peningkatan mobilitas yang saat ini bahkan sudah menyamai kondisi sebelum pandemi, harus menjadi perhatian bersama. Kita semua harus selalu waspada dan tidak lengah dalam menerapkan protokol kesehatan, agar peningkatan mobilitas masyarakat bisa terus sejalan dengan upaya penanganan pandemi COVID-19," ungkapnya.

Johnny menyebutkan penerapan PPKM berlevel juga terus diimbangi dengan penguatan penerapan aturan perjalanan domestik dan internasional. Hal ini dilakukan beriringan dengan penguatan pengawasan di pintu-pintu masuk internasional ke Indonesia.

Selain itu, lanjutnya, pemerintah juga memperkuat upaya penanganan pandemi dengan memperkuat deteksi dini. Adapun deteksi dini ini dilakukan melalui peningkatan tes epidemiologi, meningkatkan rasio kontak erat yang dilacak, dan surveilans genomik di daerah-daerah yang berpotensi mengalami lonjakan kasus.

Ia menambahkan penguatan upaya penanganan pandemi juga dilakukan melalui peningkatan ketersediaan tempat tidur rumah sakit untuk penanganan COVID-19, pemenuhan suplai oksigen, alat kesehatan, dan SDM kesehatan, mengerahkan tenaga kesehatan cadangan, pengetatan syarat masuk RS, dan meningkatkan pemanfaatan isolasi terpusat.

Lebih lanjut, Johnny menegaskan bahwa pemerintah terus menambah alokasi vaksin di daerah dengan kasus dan mobilitas tinggi. Menurutnya, upaya ini diiringi dengan penambahan tempat sentra vaksinasi, pemberlakuan syarat kartu vaksin untuk pelaku perjalanan dan penggunaan fasilitas publik, serta percepatan vaksinasi pada kelompok rentan, lansia, dan orang dengan komorbid.

Kendati kondisi pandemi di Indonesia telah menunjukkan perbaikan, Johnny mengingatkan agar masyarakat tetap mengurangi mobilitas di ruang publik. Ia menekankan, jika masyarakat harus mengunjungi ruang publik, sebaiknya memilih tempat yang sudah menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai alat skrining akses masuk.

"Mari jaga diri, mari jaga sesama," tandasnya.

(akn/ega)