Polres Jakpus: Kami Sekuat Tenaga Cari Bukti Dugaan Pelecehan di KPI

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Rabu, 22 Sep 2021 18:03 WIB
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi (kanan) penuhi panggilan Komnas HAM soal dugaan pelecehan di KPI
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi (kanan) memenuhi panggilan Komnas HAM soal dugaan pelecehan di KPI. (Kadek Melda/detikcom)
Jakarta -

Polres Metro Jakarta Pusat menyatakan masih menyelidiki kasus dugaan pelecehan dan perundungan pria sesama pegawai KPI. Polisi saat ini tengah mengumpulkan alat bukti terkait dugaan peristiwa tersebut.

"Untuk (menetapkan) menjadi tersangka, dua alat bukti. Sekarang kami harus tentukan peristiwa ada benar atau tidak, kami harus buktikan. Kami sekarang sekuat tenaga untuk mencari membuktikan memang peristiwa pidana. Kalau itu benar tindak pidana, berarti kita tingkatkan penyidikan untuk mencari siapa tersangkanya," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi di Kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (22/9/2021).

Hengki mengungkap kendala dalam penyelidikan kasus tersebut. Salah satunya karena peristiwa yang dilaporkan sudah lama.

"Kendalanya, pertama, tempus delicti-nya sudah bertahun-tahun, 2012-2021. Tempus waktu kejadian sudah terlalu lama. Lokus delicti-nya juga sudah berubah. Tapi kami tidak menyerah," kata Hengki.

Dalam kesempatan lain, Hengki mengungkapkan kendala lainnya karena minimnya saksi. Menurut Hengki, saksi yang ada tidak melihat atau mendengar secara langsung peristiwa tersebut.

"Semua saksi adalah saksi testimonium de auditu, saksi katanya-katanya. Tidak melihat dan mendengar secara langsung," kata Hengki.

Penyelidikan Libatkan Propam

Hengki menjelaskan pihaknya melibatkan Propam dalam penyelidikan tersebut. Dilibatkannya Propam untuk mengetahui ada-tidaknya pelanggaran disiplin atau kode etik yang dilakukan anggota saat menerima laporan MS pada 2019.

"Selain pidana, kami secara internal membentuk tim juga dari Propam di-back up oleh Propam Polda Metro Jaya untuk memeriksa anggota Polsek Gambir sesuai dengan laporan pada 2019, apakah ada pelanggaran disiplin atau kode etik," kata Hengki.

Hengki menuturkan korban juga sudah diperiksa oleh Propam. Dalam pemeriksaan tersebut, korban mengaku lupa kapan melapor dan siapa anggota yang menerima dirinya saat hendak membuat laporan di Polsek Gambir.

"Kemudian pelapor dalam hal ini korban juga sudah kami periksa dalam keterangannya yang bersangkutan itu lupa kapan hari, jam, pada saat datang ke Polsek Gambir, termasuk petugas yang menerima lupa katanya begitu," ujarnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya