Waka DPRD Sumut Desak Kemenkumham Sanksi Pegawai Lapas Aniaya Santri

Ahmad Arfah - detikNews
Rabu, 22 Sep 2021 16:22 WIB
Wakil Ketua DPRD Sumut Harun Mustafa Nasution Bertemu Kakanwil Kemenkumham Sumut
Wakil Ketua DPRD Sumut Harun Mustafa Nasution Bertemu Kakanwil Kemenkumham Sumut (Foto: dok. Istimewa)
Medan -

Pimpinan DPRD Sumut menyoroti kasus dugaan penganiayaan terhadap santri Pesantren Musthafawiyah Purba Baru oleh oknum pegawai Lapas berinisial DG di Mandailing Natal (Madina). Kemenkumham diminta memberi sanksi kepada pegawai itu.

"Harus ada sanksi secara etik yang dikeluarkan Kemenkumham kepada pegawainya yang melakukan penganiayaan. Ini untuk menjaga marwah Kemenkumham itu sendiri," kata Wakil Ketua DPRD Sumut Harun Mustafa Nasution kepada wartawan di DPRD Sumut, Medan, Rabu (22/9/2021).

Harun menilai perbuatan yang dilakukan tersangka DG kepada santri itu dapat mencoreng instansi lembaga pemasyarakatan dan Kemenkumham. Perlakuan DG itu juga dinilai dapat mengganggu ketertiban masyarakat Kabupaten Madina.

"Persoalan besarnya adalah korban masih di bawah umur. Perlakuan ini tentu tidak bisa dibenarkan apa pun alasannya," ujar Harun.

Harun mengatakan juga sudah meminta langsung kepada Kakanwil Kemenkumham Sumut untuk menindak anggotanya yang melakukan penganiayaan itu. Dia berharap agar sanksi diberikan dengan tegas.

"Kemarin sudah ketemu juga sama Kakanwil, sudah disampaikan langsung agar ada sanksi untuk pegawai yang melakukan penganiayaan. Harapannya ada sanksi tegas," ucapnya.

Harun kemudian meminta pelaku juga dihukum sesuai aturan hukum pidana. Menurut Harun, perbuatan tersangka kepada seorang santri itu merupakan kejahatan yang luar biasa.

"Anak-anak itu harusnya dilindungi. Jika mereka berbuat salah, silakan diingatkan, bukan malah dianiaya seperti ini. Saya juga minta agar kepolisian menyelesaikan kasus ini dengan cepat dan tuntas," tutur Harun.

"Polisi juga harapannya bisa mendampingi si anak dalam proses pemulihan mentalnya setelah menjadi korban. Kita tidak ingin peristiwa ini berdampak signifikan kepada korban," tambahnya.

Lihat juga video 'Kesal Tak Dipinjami Korek, Ketua RT di Makassar Aniaya Mahasiswa':

[Gambas:Video 20detik]