TNI AU Ikut Evakuasi Anak Korban Konflik Eks Pekerja-Perusahaan di Riau

Raja Adil Siregar - detikNews
Rabu, 22 Sep 2021 12:36 WIB
Komnas Perlindungan Anak Riau dan prajurit TNI AU turun untuk mengevakuasi ratusan anak korban konflik antara eks pekerja dengan perusahaan. (dok Istimewa)
Komnas Perlindungan Anak Riau dan prajurit TNI AU turun untuk mengevakuasi ratusan anak korban konflik antara eks pekerja dengan perusahaan. (Foto: dok. Istimewa)
Pekanbaru -

Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) Riau dan prajurit TNI AU turun untuk mengevakuasi ratusan anak korban konflik eks pekerja dengan perusahaan. TNI AU menjelaskan alasan ikut evakuasi.

"Kita TNI AU hanya menyelamatkan anak-anak. Komnas PA minta bantuan, ya kita bantu. Kita evakuasi, diantar ke panti sosial, sampai, selesai," kata Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Lanud Roesmin Nurjadin, Letkol Zukri, kepada wartawan, Rabu (22/9/2021).

Zukri mengatakan prajurit diturunkan ke lokasi bersama Komnas PA merupakan bentuk panggilan jiwa. Karena itu, pihaknya menurunkan prajurit dan dua truk untuk mengevakuasi ratusan anak pada akhir pekan lalu.

"Kita sebagai tentara manusiawi. Dengar kabar itu ya kami evakuasi anak-anaklah," katanya.

Untuk menghilangkan trauma anak-anak, TNI AU berencana turun ke lokasi konflik. Sebab, selama ini anak-anak mengalami trauma akibat konflik berkepanjangan yang terjadi di PT Padasa Enam Utama.

"Nanti kita kunjungan ke sana biar tidak terganggu psikisnya karena trauma yang dialami di perkebunan itu," kata Zukri.

Zukri mengakui masih ada anak-anak di PT Pedasa yang belum dievakuasi. Sebab, pada evakuasi pertama, kapasitas kendaraan terbatas dan tak bisa mengangkut seluruh anak.

"Masih ada yang belum dievakuasi, kami tidak semua," kata Zukri.

Anak Ikut Terdampak Konflik

Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Provinsi Riau Dewi Arisanty mengatakan evakuasi dilakukan setelah pihaknya menerima laporan mantan pekerja. Mereka mengaku rumah dihancurkan dan ada yang dianiaya pihak ketiga.

Simak juga 'Kapal Tanker Berbendera Panama Ditangkap, Diduga Mau Buang Limbah':

[Gambas:Video 20detik]