Massa Geruduk DPRD DKI Desak Formula E Dibatalkan

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Rabu, 22 Sep 2021 12:02 WIB
Demo tolak Formula E di Gedung DPRD DKI Jakarta.
Demo menolak Formula E di gedung DPRD DKI Jakarta. (Tiara/detikcom)
Jakarta -

Massa demonstran mengatasnamakan 'Aksi Jakarta Bergerak' kembali menggelar aksi demonstrasi di depan gedung DPRD DKI Jakarta. Mereka menuntut pembatalan ajang Formula E di Jakarta pada 2022.

Pantauan di lokasi, sekelompok massa datang dari arah Jl MH Thamrin menuju kantor DPRD DKI Jakarta di Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, sejak pukul 10.30 WIB. Aparat kepolisian pun bersiaga di lokasi.

Massa berpakaian hitam bertulisan 'Jakarta Bergerak'. Mereka tampak membawa 1 unit mobil komando disertai spanduk bertulisan 'JAKARTA BERGERAK, TOLAK DAN BATALKAN FORMULA E'.

Koordinator Lapangan Jakarta Bergerak, Sisca Rumondor, memastikan pihaknya akan terus menggelar aksi unjuk rasa sampai Formula E dibatalkan. Pihaknya juga meminta keterbukaan alokasi anggaran.

"Kami mendesak DPRD buka pintu, khususnya kepada para komisi yang menangani Formula E. Ini masyarakat mau nanya kok, butuh kejelasan. Jadi Komisi E, Komisi B, mereka harus mau menerima kunjungan kami karena tuntutan dari Jakarta Bergerak adalah kami menolak, kami minta batalkan dan balikin itu uang rakyat yang begitu besar yang sudah dikeluarkan oleh Pemprov DKI dan Gubernur Anies Baswedan. Sebuah prioritas yang tidak tepat guna," kata Sisca di depan DPRD DKI, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (22/9/2021).

"Kita bergerak terus, sampai ada kejelasan keterbukaan. Hati-hati ya, kita butuh keterbukaan. Itu ke mana uang rakyat yang begitu besar, telusuri, diusut. Seharusnya kan bisa digunakan untuk hal yang bisa membantu perekonomian masyarakat sesudah pandemi. Memangnya bisa menduga 2022 itu bisa selesai? Siapa yang bisa tahu," sambungnya.

Tak lama, polisi langsung meminta agar massa aksi segera bubar. Polisi beralasan Jakarta masih PPKM level 3.

"Atas nama undang-undang, kami minta yang ada di sekitar DPRD agar meninggalkan tempat. Situasi masih PPKM level 3. Apabila tidak, kami akan ambil tindakan tegas!" kata Kapolsek Gambir AKBP Kade Budiyarta di lokasi.

Namun, massa tetap berupaya mengirimkan perwakilan untuk melakukan audiensi. Akhirnya, tujuh orang perwakilan massa diperkenankan masuk ke dalam untuk melakukan audiensi di DPRD DKI. Sedangkan sisanya diminta membubarkan diri ke arah Tugu Tani, Jakarta Pusat.

Simak video 'Penjelasan Wagub soal Beredarnya Surat Anies Wajib Lunasi Fee Formula E':

[Gambas:Video 20detik]



(idn/idn)