Kapolres Jakpus Penuhi Panggilan Komnas HAM soal Kasus Pelecehan Pegawai KPI

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Rabu, 22 Sep 2021 09:41 WIB
Kantor Komnas HAM (Kadek-detikcom)
Kantor Komnas HAM (Kadek/detikcom)
Jakarta -

Kapolres Metro Jakarta Pusat (Jakpus) Kombes Hengki Haryadi memenuhi panggilan Komnas HAM. Hengki hadir untuk dimintai keterangan terkait kasus dugaan pelecehan sesama pegawai pria di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Humas Komnas HAM mengkonfirmasi kedatangan Kombes Hengki sekitar pukul 08.45 WIB. Sejumlah jajaran kepolisian juga turut mendampingi Kombes Hengki.

"Pak Kapolres hadir, pukul 08.45 WIB," kata Humas Komnas HAM kepada wartawan.

Hingga kini, Kombes Hengki masih berada di dalam kantor Komnas HAM. Dia masih dimintai keterangan berkaitan dengan kasus pelecehan pegawai KPI.

Selain meminta keterangan Polres Metro Jakpus, Komnas HAM akan meminta keterangan tambahan dari staf sekretariat KPI. Sebanyak empat orang staf sekretariat KPI dijadwalkan untuk dimintai keterangan Komnas HAM siang nanti.

Seperti diketahui, Komnas HAM menjadwalkan ulang pemanggilan kepada Polres Metro Jakarta Pusat Rabu 22 September 2021. Pemanggilan ulang dilayangkan karena pihak Polres Metro Jakarta Pusat karena berhalangan hadir saat pemanggilan sebelumnya.

Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Setyo Koes Hariyanto mengatakan pihaknya belum menerima konfirmasi perihal panggilan kedua tersebut.

"Belum, kita belum ada konfirmasi," kata Setyo di Polres Metro Jakarta Pusat, Rabu (15/9).

Setyo menyebut saat ini pihaknya tengah fokus menyelidiki kasus ini hingga terang benderang. Namun Setyo belum memerinci perkembangan kasusnya.

Kasus dugaan pelecehan seksual ini sampai sekarang masih diproses polisi, dalam hal ini Polres Metro Jakarta Pusat. Polisi juga telah memeriksa korban (MS) dan para terlapor.

Polisi juga telah mengajukan upaya visum et repertum psikiatrikum terhadap korban ke RS Polri Kramat Jati. Polres Metro Jakarta Pusat juga telah mengecek TKP.

Polisi berjanji akan transparan dan profesional dalam menangani kasus tersebut. Namun dalam hal ini penyidik mengedepankan asas praduga tak bersalah.

Sekilas soal Pelecehan Seksual Pegawai di KPI

Untuk diketahui, dugaan pelecehan seksual terhadap pegawai KPI ini disebut sudah terjadi sejak 2012. Selama 9 tahun, korban mengaku dirundung dan dilecehkan secara seksual oleh 7 pria yang merupakan rekan kerjanya. Dia pernah diceburkan ke kolam renang, tasnya dibuang, hingga dimaki dengan kata-kata bernuansa SARA.

Lebih parahnya lagi, dia juga pernah dikeroyok, ditelanjangi, dilecehkan, dan difoto saat dirundung. Korban pun mengaku trauma.

Melalui keterangan tertulis yang diterima wartawan, Rabu (1/9), korban pun memberanikan diri untuk menceritakan pelecehan yang menimpanya di lingkungan kerja KPI Pusat. Pelaku pelecehan seks ini adalah rekan korban sesama pria.

"Kejadian itu membuat saya trauma dan kehilangan kestabilan emosi. Kok bisa pelecehan jahat macam begini terjadi di KPI Pusat?" demikian keterangan tertulis korban, Rabu (1/9).

Simak juga 'Polres Jakpus soal Panggilan Komnas HAM di Kasus KPI: Masih Fokus Penyidikan':

[Gambas:Video 20detik]

(maa/maa)