detik's Advocate

Hewan Tetangga Buang Kotoran di Depan Pagar Rumah Saya, Bagaimana Hukumnya?

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 22 Sep 2021 08:16 WIB
5 Cara Membedakan Daging Anjing dan Daging Sapi Supaya Tak Tertipu
Foto: iStock
Jakarta -

Cerita bertetangga penuh warna dengan bumbu masalah kehidupan sehari-hari. Ada yang bisa diajak harmonis, tetapi ada juga yang bawaannya bikin emosi. Salah satunya soal hewan peliharaan yang dipelihara tetangga tetapi kerap keluar rumah. Bagaimana hukumnya?

Cerita tersebut dialami pembaca detik's Advocate yang diceritakan dalam surat elektronik sebagai berikut:

Dear redaksi,

Adakah langkah hukum yang bisa saya ambil ketika saya mengalami gangguan suara binatang dari tetangga saya sehingga kesulitan untuk melakukan aktifitas sehari-hari. Di mana bisa terukur tingkat kebisingannya di atas batas wajar.

Saya menemukan kotoran hewan peliharaan tetangga saya tepat di depan gerbang rumah ketika saya hendak berangkat kerja. Jadi saya harus membersihkannya dahulu sebelum saya bisa nyaman mengeluarkan kendaraan saya dan tersedia rekaman CCTV sebagai bukti pendukung.

Di mana gangguan-gangguan tersebut dilakukan dari pelaku-pelaku yang berbeda dan dimaklumi oleh pejabat RT/RW setempat.

Terima kasih.

Untuk menjawab permasalahan di atas, detik's Advocate menghubungi Lisa Aprillia,mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Jember/Paralegal BPBH FH Universitas Jember. Berikut pendapat hukumnya:

Berdasarkan pertanyaan di atas, dapat dikatakan bahwa perilaku hewan peliharaan tetangga Anda telah mengganggu dan menimbulkan kerugian. Dikarenakan hewan peliharaan tersebut telah menyebabkan gangguan seperti suara yang berisik dan kotoran dari hewan tersebut kerap kali berada di pekarangan rumah Anda atau dapat dikatakan bahwa hewan tersebut membuang kotorannya di pekarangan rumah Anda.

Atas hal tersebut, Anda sudah mengadukan hal tersebut kepada pihak RT maupun RW lingkungan Anda. Akan tetapi, pihak RT dan RW pun juga tidak berbuat banyak atas hal tersebut, padahal hal tersebut berkaitan dengan kenyamanan dan ketentraman warganya.

Apabila pemilik hewan tersebut yang dalam hal ini adalah tetangga Anda sendiri masih tetap membandel dan tidak memiliki itikad baik untuk segera menyelesaikan masalah tersebut, Anda dapat menempuh jalur hukum kepada pemilik hewan tersebut atas dasar si pemilik melakukan kelalaian dalam menjaga hewan peliharaannya sehingga menimbulkan kerugian bagi tetangganya.

Dalam hal ini ada 2 upaya yang dapat Anda pilih yaitu, melalui jalur pidana dan jalur perdata. Dalam ranah pidana, mengenai pemilik hewan yang lalai dalam menjaga hewan peliharaannya dalam dilaporkan atas Pasal 490 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Pasal tersebut berbunyi :

Diancam dengan pidana kurungan paling lama enam hari, atau pidana denda paling banyak dua puluh rupiah :
1. Barangsiapa menghasut binatang terhadap orang atau hewan yang sedang dinaiki atau dimuati barang;
2. Barangsiapa tidak mencegah binatang yang ada di bawah penjagaanya, waktu menyerang orang atau hewan yang dinaiki atau dimuati barang;
3. Barangsiapa tidak menjaga secukupnya binatang buas yang ada di bawah penjagaanya, supaya tidak menimbulkan kerugian;
4. Barangsiapa memelihara binatang buas yang berbahaya tanpa melaporkan kepada polisi atau pejabat lain yang ditunjuk untuk itu , atau tidak menaati peraturan yang diberikan oleh pejabat tersebut tentang hal itu.

Berdasarkan Pasal di atas, dapat dikatakan bahwa perbuatan yang dapat dilaporkan adalah perbuatan hewan peliharaan yang menimbulkan kerugian bagi orang lain atau serangan yang dilakukan oleh hewan peliharaan tersebut, baik itu dikarenakan kurangnya penjagaan dari si pemilik dan/ atau karena hasutan dari si pemilik. Kerugian yang diatur dalam KUHP merujuk kepada bentuk kerugian fisik dalam bentuk luka atau pun sakitnya seseorang akibat serangan hewan peliharaan.

Lalu bisakah kasus di atas dibawa ke ranah perdata? Simak jawabannya di halaman selanjutnya.

Saksikan juga 'Pria di Jakbar Aniaya Tetangga hingga Tewas Gegara Kotoran Anjing':

[Gambas:Video 20detik]