Brigjen Junior Tumilaar Siap Diperiksa Puspomad soal Surat Kepada Kapolri

Trisno Mais - detikNews
Rabu, 22 Sep 2021 05:24 WIB
Irdam XIII/Merdeka, Brigjen Junior Tumilaar (Situs Kodam XIII/Merdeka)
Foto: Irdam XIII/Merdeka, Brigjen Junior Tumilaar (Situs Kodam XIII/Merdeka)
Makassar -

Inspektur Kodam (Irdam) XIII/Merdeka, Brigjen TNI Junior Tumilaar menyatakan siap diperiksa oleh Pusat Polisi Militer TNI AD (Puspomad). Brigjen Junior Tumilaar bersedia memberikan keterangan soal surat kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang viral tersebut.

"Pertama sumpah prajurit itu yah taat kepada atasan dengan tidak membantah. Nah itu sudah perintah, saya laksanakan," kata Brigjen Junior Tumilaar ketika dimintai konfirmasi Detikcom, Selasa (21/9/2021), di Manado.

Jenderal Tumilaar mengatakan, awalnya dia dipanggil Panglima Kodam XIII Merdeka untuk segera memberikan keterangan.

"Yang panggil itu Puspom TNI AD kepada Panglima Kodam XIII. Panglima Kodam sudah memanggil saya, memberitahu saya dan memerintahkan kepada saya untuk berangkat besok pagi (red hari ini Rabu, 22/9/2021). Tadi sore (red, kemarin) saya dipanggil, ya saya laksanakan," kata dia.

Jendral Tumilaar menjelaskan kalau Irdam itu bertugas untuk pengawasan, diantaranya kinerja Babinsa. Menurut dia, pengawasan dalam rangka melihat kinerja bawahannya bagaimana dilaksanakan sebagai Babinsa di desa atau daerah itu.

"Nah karena dia prajurit tentara, dia berdasarkan sapta marga, sumpah prajurit, delapan wajib TNI, diantaranya usaha- usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat. Masa rakyat ada kesulitan, tempat berkebunnya dia, dan dia buta huruf," sebut dia.

Dia mengatakan bahwa warga setempat yang ditangkap Polresta Manado benar buta huruf.

"Saya bilang dia buta huruf, dia tidak bisa membaca. Dia Cuma bisa tulis namanya dia. Coba tanya dia, suruh baca. Tidak bisa, umurnya sudah 67 tahun" terangnya.


Diketahui, surat tersebut meminta agar Polres Manado tidak memeriksa Babinsa yang mendampingi Ari Tahiru (67), yang sedang berkasus soal lahan. Menurut dia, tulisan tersebut ditulis sendiri tanpa ada motif lain.

"Itu murni bukan untuk kegaduhan, murni bukan untuk tujuan politik, murni itu adalah fakta dari hati nurani termotivasi sebagai tentara," pungkasnya.

Pemeriksaan terhadap Brigjen Junior akan dilakukan oleh Pusat Polisi Militer TNI AD. Puspomad menduga, ada pernyataan Junior yang tidak sesuai fakta.

"Terkait viralnya surat terbuka dengan tulisan tangan yang ditujukan kepada Kapolri, serta beredarnya rekaman video pernyataan yang dibuat oleh Brigjen TNI Junior Tumilaar di media sosial, Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Danpuspomad) akan melakukan pemeriksaan terhadap Irdam XIII/Merdeka tersebut," ujar Danpuspomad, Letjen TNI Chandra W Sukotjo, dalam keterangan tertulis, Selasa (21/9/2021).

Pemeriksaan terhadap Brigjen TNI Junior Tumilaar akan dilakukan di Markas Puspomad, Jakarta. "Terkait adanya dugaan bahwa hal-hal yang disampaikan mengandung berita yang tidak sesuai dengan fakta yang ada," tutur Chandra.

Simak juga 'Kapolri Minta Polisi Humanis Sikapi Warga Beraspirasi saat Kunker Jokowi':

[Gambas:Video 20detik]



(aik/aik)