Round-Up

Duduk Perkara Irdam Merdeka Surati Kapolri Gegara Babinsa Diperiksa

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 21 Sep 2021 22:41 WIB
Irdam XIII/Merdeka, Brigjen Junior Tumilaar (Situs Kodam XIII/Merdeka)
Irdam XIII/Merdeka, Brigjen Junior Tumilaar (Situs Kodam XIII/Merdeka)
Manado -

Inspektur Kodam (Irdam) XIII/Merdeka, Brigjen Junior Tumilaar, viral di media sosial lantaran sempat menyurati Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Isi surat tersebut ternyata berkaitan dengan seorang Babinsa yang hendak diperiksa Polres Manado.

Awal mulanya seorang Jenderal TNI mengirimkan surat kepada Kapolri untuk meminta agar Bintara Pembina Desa (Babinsa) tidak perlu sampai diperiksa di kantor polisi. Dia beralasan Babinsa tersebut hanya tengah berpihak kepada rakyat, Ari Tahiru (67) yang saat itu tengah berhadapan dengan masalah konflik lahan di Sulawesi Utara (Sulut).

Surat tulis tangan tersebut tak hanya dikirim ke Kapolri tapi juga ditembuskan kepada Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa, dan Panglima Kodam Merdeka Mayjen TNI Wanti Waranei Franky Mamahit, pengacara Ari Tahiru, serta anggota Komisi III DPR RI F-NasDem Hillary Brigitta Lasut.

Dalam surat itu, Brigjen Junior juga menjelaskan Babinsa merupakan bagian dari sistem pertahanan negara di darat yang diajari untuk mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya. Sementara itu, dia mengatakan Ari Tahiru kala itu sudah ditahan sekitar 15 hari karena masalah sengketa tanah dengan perusahaan pengelola perumahan.

Karena itulah akhirnya Ari meminta pertolongan kepada Babinsa. Dia mengatakan Babinsa lalu dipanggil ke Polresta Manado. Dia juga menyoroti soal Brimob Polda Sulut yang mendatangi Babinsa saat bertugas di tanah Edwin Lomban. Brimob itu juga disebutnya dipanggil ke Polresta Manado.

Penjelasan Irdam Merdeka soal Surat

Irdam Merdeka Brigjen Junior membenarkan surat tersebut yang ditulis oleh dirinya pada 15 September 2021. Dia mengatakan dirinya menaruh perhatian kepada Babinsa yang dipanggil ke kantor polisi.

"Benar saya yang tulis itu, tanggal 15 September. Benar saya yang tulis surat itu dengan tembusan TNI, Kasad. Yah itulah. Memang benar surat saya. Yah harus ditanggapi oleh Kapolri, jawab saja surat saya itu. Tolong presisi di mana, sinergitas di mana itu," kata Brigjen Junior saat dimintai konfirmasi detikcom, Senin (20/9/2021).

"Intinya itu kan surat itu bukan masalah Citraland-nya, yang pertama itu. Tapi pemanggilan Babinsa oleh Polri dalam hal ini Polresta Manado," ujarnya

Tak hanya itu, dia beralasan surat tersebut juga sebagai bentuk perhatian dirinya atas penangkapan Ari Tahiru yang disebutnya warga pemilik lahan. Dia mengatakan Babinsa hanya berusaha membantu masyarakat.

"Pak Ari Tahiru yang buta huruf dan miskin minta perlindungan juga kepada Babinsa. Tapi dia (Pak Arif, red) ditangkap sampai sekarang belum dilepas itu," ucapnya.

"Yang ketiga pengerahan Brimob bersenjata ke lahan Edwin Lomban. Dia juga minta perlindungan kepada Babinsa," kata dia.

Simak penjelasan Brigjen Junior di halaman selanjutnya.