Polisi Jelaskan Duduk Perkara Konflik Pekerja dengan Perusahaan di Riau

Raja Adil Siregar - detikNews
Selasa, 21 Sep 2021 18:33 WIB
TNI AU dan Komnas PA evakuasi anak-anak korban konflik pekerja kebun dan perusahaan di Kampar, Riau
Anak-anak korban konflik pekerja kebun dan perusahaan di Kampar, Riau, dievakuasi. (Raja Adil/detikcom)
Pekanbaru -

Kapolres Kampar AKBP Rido Purba angkat bicara soal konflik antara mantan pekerja dan perusahaan sawit. Rido mengatakan, sebelum konflik, pekerja sudah diberi surat peringatan dan minta tidak ada provokator.

"Peristiwa bentrok ini terjadi antara mantan karyawan yang masih menempati rumah atau aset PT Padasa dengan pihak security yang ditugaskan management perusahaan melakukan pengosongan rumah tersebut," kata Rido dalam keterangannya, Selasa (21/9/2021).

Rido mengatakan, sebelum pengosongan paksa rumah milik perusahaan tersebut, pihak perusahaan telah mengirim surat pemberitahuan sebanyak tiga kali. Mereka diminta mengosongkan rumah tersebut karena statusnya sudah tak lagi sebagai karyawan.

"Rumah itu sendiri sebenarnya juga banyak yang tak ditempati, namun masih dikuasai oleh eks karyawan dan digembok mereka. Sementara rumah itu juga akan diperlukan dan digunakan untuk karyawan mereka," kata Kapolres.

Bentrokan terjadi karena saat pengosongan rumah tersebut terjadi perlawanan mantan karyawan sehingga timbul kegaduhan. Bahkan berujung beberapa orang dari kedua belah pihak ada yang mengalami luka akibat lemparan batu atau pukulan benda tumpul.

Rido menuturkan saat kejadian itu pihak sekuriti perusahaan memang membawa pentungan dan tameng berbahan rotan untuk kelengkapan pengamanan. Sementara mantan karyawan membawa potongan kayu dan juga ada yang membawa senjata tajam jenis parang.

"Beberapa saat setelah kejadian, anggota Polsek XIII Koto Kampar yang mendapat informasi tersebut tiba di TKP. Tetapi saat itu kedua pihak yang bentrok sudah bubar karena kejadiannya berlangsung singkat," katanya.

Kedua belah pihak saling lapor ke polisi. Pihak mantan karyawan datang melapor ke SPKT Polres Kampar dan pihak sekuriti perusahaan melapor ke Polsek XIII Koto Kampar.

Rido menjelaskan status mantan karyawan karena telah di-PHK setelah melakukan mogok kerja selama berbulan-bulan. Namun peringatan tersebut tidak dipedulikan hingga akhirnya mereka didiskualifikasi dan tidak lagi jadi karyawan.

"Sebenarnya mantan karyawan ini juga merupakan korban dari pihak tertentu yang memprovokasi mereka dulu untuk melakukan mogok kerja, yang akhirnya merugikan diri mereka sendiri," katanya.

Rido mengatakan salah satu pihak yang menghasut adalah KS. KS merupakan salah satu organisasi buruh. KS telah diproses hukum hingga menjadi terpidana dan menjalani hukuman penjara.

"Kami akan lakukan proses hukum bila ada yang coba-coba melakukan provokasi atau hasutan terkait permasalahan ini. Kami harap permasalahan ini dapat diselesaikan dengan baik demi terwujudnya situasi yang aman dan kondusif," tegasnya.

(ras/idn)