Buat Terharu, Viral Kakek Petani Punguti Beras di Jalanan Sulbar

Abdy Febriady - detikNews
Selasa, 21 Sep 2021 18:24 WIB
Video seorang kakek memunguti butiran beras berserakan di jalanan viral di medsos. Video itu menarik simpati dari banyak warganet hingga pemda turun tangan. (dok Istimewa)
Video seorang kakek memunguti butiran beras berserakan di jalanan viral di medsos. Video itu menarik simpati dari banyak warganet hingga pemda turun tangan. (Foto: dok. Istimewa)
Mamuju Tengah -

Video seorang kakek memunguti butiran beras yang berserakan di jalanan viral di media sosial (medsos). Kakek tersebut diketahui bernama Beddu (74), warga Mamuju Tengah, Sulawesi Barat (Sulbar).

Dalam video pendek berdurasi 48 detik itu, terdengar suara wanita meminta Beddu berhenti memunguti beras tersebut karena kondisinya sudah kotor.

Video ini menarik banyak simpati warganet. Video itu telah dibagikan ratusan kali dan ditayangkan 42 ribu kali.

"Ya Allah, paling tidak sanggup lihat yang beginian, langsung berlinang air mataku. Video ini mengingatkan kita harus banyak-banyak bersyukur kepada Sang Mahakuasa," tulis pemilik akun bernama Herianti.

"Cari, kasian, alamatnya itu orang tua biar bisa dibantu," kata warganet lain bernama Ristono Aris.

Video seorang kakek memunguti butiran beras berserakan di jalanan viral di medsos. Video itu menarik simpati dari banyak warganet hingga pemda turun tangan. (dok Istimewa)(dok Istimewa)

Pemda Bergerak Membantu

Setelah video itu viral, Dinas Sosial Kabupaten Mamuju Tengah memberi bantuan kepada Baddu, warga Desa Polo Lereng, Kecamatan Pangale.

Sehari-hari, Beddu, yang bekerja sebagai petani jagung di lahan warga, diketahui tinggal sendiri setelah ditinggal pergi sang istri.

"Pekerjaan kakek tersebut, dia menanam jagung di lahan warga setempat. Dia seorang diri karena istrinya katanya pergi meninggalkan, karena faktor ketidakmampuan kepada istrinya, sehingga istrinya pergi begitu saja tidak ditahu rimbanya sampai sekarang," ungkap Kepala Dinas Sosial Mamuju Tengah Hj Ira kepada wartawan di kantornya, Selasa (21/9/2021).

Ia juga menyebut pemerintah setempat telah mencatat Beddu dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) agar setiap bulannya mendapat bantuan sosial (bansos).

"Kami dari Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah, khususnya Dinas Sosial, melihat data dan memasukkan dalam DTKS. Sekarang dalam proses penginputan. Insyaallah setiap bulannya kakek tersebut akan mendapat bansos," terang Ira.

Selain itu, Ira menyebut upaya pemerintah setempat untuk memberikan hunian yang lebih layak terhadap Beddu.

"Untuk bedah rumah, Dinas Perumahan yang sudah ke sana beberapa hari kemarin melakukan interview," tuturnya.

Ira berharap kepada seluruh elemen masyarakat agar proaktif memberikan perhatian dan laporan kepada Dinas Sosial bila menemukan ada warga yang kurang mampu dan membutuhkan perhatian.

"Harapan saya kepada seluruh perangkat desa, tolong perhatikan warganya yang kurang mampu. Jangan hanya melihat di sekitar. Kakek ini kasihan, jauh, sehingga pemerintah desa dan yang berada di lapangan agar memberikan informasi kepada kami. Begitu juga warga di sekeliling sana. Kalau ada warga kurang mampu, harap memberikan informasi kepada kami apabila ada yang betul-betul kurang mampu," ungkap Ira.

(jbr/nvl)