Menhub: Wajah Sebuah Bangsa Terlihat dari Perilaku Pengguna Jalan

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Selasa, 21 Sep 2021 16:06 WIB
Budi Karya Sumadi
Foto: Kemenhub
Jakarta -

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendukung program Pejuang Muda Keselamatan Jalan Indonesia atau Indonesian Youth Road Safety Warriors yang diinisiasi oleh Indonesia Road Safety Partnership (IRSP). Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan program ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan jalan di Indonesia yang menjadi salah satu perhatian besar dari pemerintah.

"Seperti kita tahu tingkat kecelakaan jalan yang terjadi di Indonesia didominasi oleh sepeda motor dan yang paling banyak dialami anak muda usia 15-29 tahun. Untuk itu diperlukan upaya pengendalian diri dari para anak-anak muda dan harus diimbangi dengan keterampilan berkendara dan rasa empati yang tinggi terhadap pengguna jalan yang lain," jelasnya dalam keterangan tertulis, Selasa (21/9/2021).

Dia mengungkapkan ada empat sikap yang harus diterapkan untuk menjadi pengemudi yang baik. Keempat sikap tersebut yaitu kewaspadaan (alertness), kesadaran (awareness), perilaku (Attitude), serta antisipasi (Anticipation).

Menurutnya, sikap tersebut dapat menghindari pengendara dari penyebab kecelakaan yang disebabkan oleh sejumlah faktor antara lain, tidak disiplin, tidak sabar, kurangnya konsentrasi, kurang hati-hati, kelelahan, ngebut, mabuk, dan tidak menghormati pengguna jalan lain.

Dia berharap program ini dapat membentuk keterampilan sekaligus perilaku anak-anak muda di bidang keselamatan jalan yang dapat menjadi teladan dan menyebarkan pengetahuannya bagi anak-anak muda lainnya dalam berkendara yang berkeselamatan. Pasalnya, hal ini mencerminkan wajah bangsa.

"Wajah sebuah bangsa juga terlihat dari perilaku para pengguna jalannya. Seperti halnya kita mengenal betapa tertibnya di Eropa, Australia, Korea, Jepang dan negara lainnya, saya pikir kita bisa lakukan itu. Saya berharap negara lain juga mengenal Indonesia sebagai negara yang tertib dan berempati di jalan," ungkapnya.

Sementara itu, Presiden IRSP Elly Sinaga mengatakan kecelakaan lalu lintas di Indonesia menjadi penyebab kematian ketiga terbesar setelah penyakit jantung dan stroke. Ia mengungkapkan data dari Korlantas Polri, dari sekitar 147 ribu kejadian kecelakaan pada tahun 2020, 46%-nya melibatkan kaum milenial (15-39 tahun), dan 80% dari kecelakaan terjadi pada sepeda motor.

Untuk mengurangi tingkat fatalitas dan kecelakaan sepeda motor hingga 50%, IRSP meluncurkan program 'Pejuang Muda Keselamatan Jalan Indonesia' (Indonesia Youth Road Safety Warriors), yang sejalan dengan program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2021 yaitu Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Program ini akan berlangsung dari tanggal 21 September 2021 sampai 1 Desember 2021, dan menjadi bagian dari mata kuliah pilihan dengan bobot dua Satuan Kredit Semester (SKS).

Kolaborasi antara IRSP dengan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam program ini. Tercatat ada banyak pihak yang terlibat seperti unsur pemerintah dalam hal ini Ditjen Perhubungan Darat dan Badan Pengembangan SDM Perhubungan Kemenhub, perguruan tinggi dalam negeri dan luar negeri yakni, Malaysian Institute of Road Safety Research (MIROS), Politeknik Transportasi Darat Indonesia (PTDI), Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ), Institut Transportasi dan Logistik Trisakti (ITL Trisakti), dan unsur swasta yakni PT. Astra Honda Motor.

Menariknya dari program ini, para milenial terpilih yang merupakan mahasiswa dari tiga kampus yaitu PTDI, PKTJ dan ITL Trisakti akan dilatih untuk mampu mengemudi secara baik dan benar, khususnya sepeda motor. Para mahasiswa tersebut selanjutnya akan berperan sebagai duta untuk melakukan kampanye berkendara yang sopan dan berkeselamatan kepada keluarga dan lingkungannya. Selanjutnya, program ini akan dikembangkan tidak hanya di tiga perguruan tinggi tersebut, tetapi juga di perguruan tinggi lainnya.

(ncm/ega)