Alasan Jaksa Cabut Banding Kasus Penyelundupan Harley Ari Askhara

Yulida Medistiara - detikNews
Selasa, 21 Sep 2021 15:09 WIB
Dirut Garuda Ari Askhara
Eks Dirut Garuda Ari Askhara (Herdi Alif Al Hikam/detikFinance)
Jakarta -

Kejaksaan Tinggi Banten mengungkap alasan jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Tangerang mencabut banding terhadap terdakwa eks Dirut Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara dalam kasus penyeludupan Harley-Davidson. Kejati Banten mengungkap pencabutan banding tersebut karena menurutnya vonis PN Tangerang telah sesuai dengan dakwaan jaksa yang kedua.

"Jadi alasan banding waktu itu kan karena yang dituntut itu waktu itu Pasal 102 huruf E, yang diputusnya 102 huruf H. Nah makanya jaksa waktu itu banding, namun pertimbangannya mencabut banding adalah pasal yang diputus majelis itu 102 huruf H itu masih termasuk di dalam dakwaan jaksa yang kedua, dakwaan jaksa ada 3, yang pertama Pasal 102 huruf E, 102 huruf H, 102 huruf A. Jadi yang dibuktikan oleh hakim dakwaan kedua," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Banten Ivan Hebron saat dihubungi, Selasa (21/9/2021).

"Karena walaupun berbeda tuntutan dengan putusan hakim, namun karena putusan hakim ini masih dalam dakwaan jaksa 102 H tadi, maka jaksa tidak melakukan banding," ujarnya.

Sementara itu, Ari Askhara juga telah membayar pidana denda Rp 300 juta; serta eks Direktur Teknik dan Layanan Garuda Iwan Joeniarto juga telah membayar pidana denda Rp 50 juta. Selain itu, barang bukti Harley-Davidson telah disita negara.

Sementara itu, jaksa menilai pertimbangan putusan hakim juga telah memenuhi rasa keadilan. Selain itu, perkara yang menjerat Ari Askhara merupakan tindak pidana fiskal. Ari melanggar karena memasukkan motor bekas ke Indonesia sementara perbuatan tersebut dilarang dan tidak diperkenankan membayar biaya masuk, sementara bila motor dalam kondisi baru boleh masuk ke Indonesia dengan membayar pajaknya.

Ivan menjelaskan, sepeda Brompton yang juga dibawa Ari Askhara menggunakan pesawat Garuda itu tidak menjadi perkara karena dalam kondisi baru dan telah membayar biaya masuk.

"Dengan demikian pertimbangan putusan hakim telah memenuhi rasa keadilan, jadi menurut kita sudah memenuhi rasa keadilan sudah diputus 1 tahun 20 bulan masa percobaan, membayar denda, dan ini tindak pidana fiskal dia salah karena memasukkan motor bekas ke Indonesia, kalau motor baru tinggal bayar pajaknya," kata Ivan.

Sebelumnya, jaksa secara resmi mencabut banding atas mantan Dirut Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara. Dengan pencabutan banding itu, Ari Askhara tidak dipenjara di kasus penyelundupan Harley-Davidson dan Brompton beberapa waktu lalu. Sepanjang Ari tidak berbuat pidana selama 20 bulan ke depan.

"Ternyata jaksa penuntut umum Tangerang telah mencabut bandingnya berdasarkan akta pencabutan tanggal 9 Agustus atas nama terdakwa I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra (mantan Direktur Utama Garuda)," kata juru bicara Pengadilan Tinggi (PT) Banten, Dr Binsar Gultom, saat berbincang dengan detikcom, Senin (20/9).

Pencabutan banding tersebut baru diterima PT Banten pada 14 September 2021 di kepaniteraan pidana dan surat pencabutan tersebut diterima Humas PT Banten hari ini.

Diketahui, Ari Askhara diadili di PN Tangerang dan didakwa kasus kepabeanan terkait penyeludupan Harley-Davidson. PN Tangerang menjatuhkan hukuman kepada Ari Askhara pidana penjara 1 tahun dengan masa percobaan 20 bulan, denda Rp 300 juta. Padahal UU mengancam minimal dihukum 1 tahun penjara.

Dengan hukuman itu, Ari Askhara tidak perlu menjalani masa hukumannya di penjara sepanjang selama 20 bulan melakukan tindak pidana.

Lihat juga videosaat 'Banyak Karangan Bunga Sindir Ari Askhara, IKAGI: Ekspresi Kekesalan':

[Gambas:Video 20detik]



(yld/dhn)