Hasil Investigasi Pelajar Enrekang Lumpuh Dikirim ke Komnas KIPI

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Selasa, 21 Sep 2021 12:50 WIB
Pelajar di Enrekang, Sulsel, tak bisa jalan usai divaksin COVID-19. Dinkes Enrekang turun tangan memeriksa.
Pelajar di Enrekang, Sulsel, tak bisa jalan setelah divaksinasi COVID-19. Dinkes Enrekang turun tangan memeriksa. (Dok. Istimewa)
Makassar -

Andi Muhammad Dirga Erlangga (15), pelajar SMA Negeri 2 Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel), sempat mengalami lumpuh sementara setelah menjalani vaksinasi COVID-19. Komda Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Sulsel mengirimkan hasil investigasinya ke Komnas KIPI.

"Hari ini kamu akan kirimkan datanya ke Jakarta untuk dipelajari lebih lanjut," kata Komda KIPI Sulsel Dokter Martira Maddepungeng saat dimintai konfirmasi detikcom, Selasa (21/9/2021).

Dia mengatakan hasil investigasi pihaknya akan kembali dipelajari dan didiskusikan oleh KIPI nasional. Tim Komda KIPI Sulsel juga akan berencana ke Jakarta untuk memaparkan hasil temuan mereka.

"Tunggu saja dalam satu dua hari ini, atau paling lambat dalam minggu ini hasilnya akan keluar," ucapnya.

Dokter Martira enggan menjelaskan hasil temuan dari investigasi awal terkait penyebab Dirga Erlangga yang sempat mengalami kelumpuhan.

Ini merupakan kasus ketiga yang terjadi di Sulsel. Sebelumnya, kasus kedua terjadi pada Dokter Andi Yuwardhani di Bulukumba yang disebabkan oleh hipertensi dan kasus pertama oleh Sulaiman daeng Tika di Takalar dengan penyebab kematian stroke.

Pada kasus di Enrekang yang beredar lewat video viral, ibu Dirga Erlangga, Andi Erna mengatakan anaknya tak bisa berjalan usai divaksin COVID-19. Andi Erna sudah berhari-hari anaknya harus dipapah saat berjalan dan membutuhkan pertolongan.

Saat dihubungi, Andi Erna mengaku awalnya Andi Dirga merasa sakit pada leher bagian belakang hingga ke tulang belakang.

Erna menjelaskan 3 hari setelah divaksinasi pada Rabu (8/9), anaknya mulai demam tinggi selama 3 hari. Selain itu, Dirga merasakan sakit di bagian lutut dan pergelangan kaki.

"Selain demam, Dirga juga tidak bisa berjalan, saat berdiri dia merasa kesakitan di kedua lutut dan pergelangan kakinya, untuk menuju toilet pun anak saya harus merangkak," kata Erna.

Simak juga 'Modus di Balik Aksi Penculikan Bocah untuk Ditukar 3 Karung Beras':

[Gambas:Video 20detik]

(fiq/jbr)