Diperiksa KPK Jadi Saksi Korupsi, Anies Pamer Kondisi Corona di DKI

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Selasa, 21 Sep 2021 10:36 WIB
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sedianya akan menjalani pemeriksaan di KPK. Namun, sebelum memberikan kesaksian, Anies sempat memamerkan capaian penanganan pandemi virus corona (COVID-19) di DKI Jakarta.

"Kita alhamdulillah dulu bahwa kondisi di Jakarta sekarang pandeminya terkendali," kata Anies di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (21/9/2021).

"Kita bersyukur positivity rate kita sekarang 0,7 persen walaupun tracing di Jakarta 8 kali lipat lebih tinggi dari WHO, nah itu kita syukuri," imbuhnya.

Anies menyampaikan hal itu setiba di KPK. Dia sebenarnya akan diperiksa KPK sebagai saksi terkait kasus dugaan pengadaan korupsi lahan di Munjul, Jakarta Timur.

Setelahnya, Anies mengaku datang ke KPK untuk memberikan keterangan sebagai warga negara yang baik. Dia juga berharap bisa membantu KPK.

"Pada pagi hari ini saya memenuhi undangan untuk memberikan keterangan sebagai warga negara yang ingin ikut serta di dalam memastikan tata kelola pemerintahan berjalan dengan baik, maka saya datang memenuhi panggilan," kata Anies.

"Saya berharap nantinya keterangan yang saya berikan akan bisa membantu tugas KPK di dalam menuntaskan persoalan korupsi yang sedang diproses. Jadi saya akan menyampaikan semua yang dibutuhkan semoga itu bermanfaat bagi KPK," imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi sudah lebih dulu tiba. Dia juga akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus ini.

Pemeriksaan keduanya berkaitan dengan tersangka mantan Dirut Perumda Sarana Jaya Yoory Corneles Pinontoan (YRC). Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri belum bicara banyak mengenai peran dari Anies ataupun Prasetio untuk perkara ini.

"Pemanggilan seseorang sebagai saksi tentu atas dasar kebutuhan penyidikan sehingga dari keterangan para saksi perbuatan para tersangka tersebut menjadi lebih jelas dan terang," ujar Ali.

"Saat ini, tim penyidik terus melengkapi berkas perkara tersangka YRC dkk dengan masih mengagendakan pemanggilan dan pemeriksaan sejumlah saksi," sambungnya.

(dhn/tor)