Pelapor Cabut Laporan soal Dinar Candy Berbikini, Ini Alasannya

Karin Nur Secha - detikNews
Selasa, 21 Sep 2021 10:28 WIB
Jakarta -

Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) akhirnya mencabut laporan soal kasus Dinar Candy protes berbikini di pinggir jalan. PB SEMMI dan Dinar Candy berdamai.

Direktur LBH PB Semmi Gurun Arisastra mengungkapkan alasan damai dan mencabut laporan. Menurut Gurun, PB SEMMI berdamai dengan Dinar Candy bukan tanpa syarat.

"(Alasannya karena) seluruh poin kesepakatan perdamaian Dinar menyatakan komitmen melaksanakannya," ujar Gurun saat dimintai konfirmasi, Selasa (21/9/2021).

Selain itu, Gurun menyebutkan bahwa Dinar Candy sudah menemui Gurun lebih dari satu kali. Ini juga menjadi salah satu pertimbangan Gurun dalam memaafkan Dinar Candy.

"Dinar menghadap saya lebih dari 1 kali, berkali-kali dia menghadap saya. Ada 5 kali dia menghadap saya dan meminta maaf kepada saya dan organisasi, (dia) menghadap saya bersama keluarganya. Saya pikir ini pun menjadi pertimbangan karena Dinar telah beriktikad baik," jelas Gurun.

Cabut Laporan Polisi

Kemudian, Gurun memutuskan mencabut laporannya terhadap Dinar Candy, baik itu di Polda Metro Jaya maupun Polres Metro Jakarta Selatan.

"Dan Dinar berkomitmen tidak mengulangi perbuatannya kembali dan memperbaiki dirinya," kata Gurun.

"Jadi damai bukan tanpa syarat, bukan minta maaf saja lalu langsung damai. Selain minta maaf, dia harus laksanakan syarat itu yang dituangkan dalam surat kesepakatan perdamaian," sambungnya.

Diketahui, perdamaian itu dilakukan Dinar Candy dan PB SEMMI di Polda Metro Jaya, Senin (20/9). Perdamaian itu juga sudah disampaikan kepada pihak kepolisian dengan harapan laporan polisi PB SEMMI bisa dicabut.

"Jadi kita datang bersama Dinar yang statusnya menjadi tersangka, kami telah sepakat untuk berdamai dan surat keputusan kami terkait dengan perdamaian ini sudah disampaikan ke SPKT, Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu," imbuh Gurun Arisastra.


Baca di halaman selanjutnya, Dinar Candy berstatus tersangka.

Dinar Candy Tersangka

Polisi resmi menetapkan Dinar Candy sebagai tersangka seusai heboh protes PPKM dengan berbikini di jalanan. Dinar Candy dijerat dengan UU Pornografi atas kasus itu.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Azis Andriansyah menjelaskan, pihaknya telah melakukan gelar perkara sore tadi. Dari hasil gelar perkara tersebut, penyidik menyimpulkan adanya unsur pidana terkait aksi Dinar Candy tersebut.

"Jadi setelah kita melalui tahap gelar perkara, kemudian kami mengumpulkan beberapa bukti dan keterangan saksi. Kemudian dari hasil penyelidikan tersebut kita tingkatkan ke status penyidikan," kata Kombes Azis kepada wartawan di Polres Jaksel, Kamis (5/8).

Dari hasil gelar perkara itu pula, penyidik meningkatkan status Dinar Candy sebagai tersangka. Dinar Candy dijerat UU Pornografi.

"Dari proses penyidikan tersebut, dengan alat bukti yang ada kemudian kami menetapkan saudari DC sebagai tersangka dalam dugaan tindak pidana pornografi sebagaimana tercantum dalam pasal pidana UU Nomor 36 Tahun 2008 dengan ancaman 10 tahun atau denda Rp 5 miliar," jelas Azis.


Bukti-bukti Penetapan Tersangka

Dalam kesempatan itu pula, Kombes Azis mengungkap bukti-bukti dalam penetapan Dinar Candy sebagai tersangka. Di antaranya ada keterangan saksi dan ahli.

"Ada kelengkapan bukti-bukti pasti ada, karena menggunakan media sosial menggunakan HP, kemudian ada saksi di TKP--tidak hanya dari pihak saudari DC--dan kemudian ada keterangan ahli, baik itu ahli di bidang kesusilaan, kemudian budaya dan sebagainya," paparnya.

Meski begitu, Dinar Candy tidak ditahan polisi. Dia dikenai wajib lapor. Kasus tersebut hingga kini masih diproses di Polres Jakarta Selatan.

(mea/fjp)