MAKI Laporkan Kasus Pemalsuan Paspor Buron Adelin Lis ke Kejagung

Andi Saputra - detikNews
Selasa, 21 Sep 2021 08:50 WIB
Kejaksaan Agung memulangkan Adelin Lis, buron pembalakan liar selama 10 tahun. Terlihat, Adelin melangkah di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang.
Adelin Lis Sang Pembalak Liar yang Pulang Kampung (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) melaporkan kasus pemalsuan paspor Adelin Lis ke Kejaksaan Agung (Kejagung). Kejagung diminta membongkar pejabat yang memalsu paspor dan digunakan Adelin Lis kabur bertahun-tahun.

"Sudah saya laporkan ke Gedung Bundar Kejagung kemarin sore," kata koordinator MAKI, Boyamin Saiman, kepada wartawan, Selasa (21/9/2021).

Adelin Lis ditangkap oleh otoritas Imigrasi dan Pos Pemeriksaan (ICA) Singapura pada 28 Mei 2018 karena diduga menggunakan paspor asli tapi palsu (aspal) dengan nama Hendro Leonardi. Adelin Lis diduga menggunakan paspor dengan nama Hendro Leonardi dan sebanyak empat kali Adelin memasuki Singapura sepanjang 2017-2018.

"Paspor nama Hendro Leonardi diduga diterbitkan oleh kantor Imigrasi Jakarta Utara dengan nomor A 5947562 masa berlaku 28 Juni 2013 sampai 28 Juni 2018 dan Nomor S 250857 masa berlaku 2 Juli 2008 sampai 2 Juli 2013," ujar Boyamin.

Paspol Aspal Adelin Lis (dok.MAKI)Paspol Aspal Adelin Lis (dok.MAKI) Foto: Dok. Masyarakat Anti Korupsi Indonesia

Bahwa berdasarkan hal tersebut, MAKI mendesak untuk segera dilakukan proses hukum tindak pidana korupsi secara professional sesuai dengan aturan yang berlaku berupa penyidikan terhadap oknum pejabat Imigrasi Jakarta Utara yang diduga menerbitkan paspor aspal atas nama Hendro Leonardi. Perbuatan pejabat tersebut dinilai Boyamin memenuhi syarat Pasal 9 UU Tipikor, yaitu:

Dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp 250.000.000,00 (dua ratus lima puluh juta rupiah) pegawai negeri atau orang selain pegawai negeri yang diberi tugas menjalankan suatu jabatan umum secara terus menerus atau untuk sementara waktu, dengan sengaja memalsu buku-buku atau daftar daftar yang khusus untuk pemeriksaan administrasi.

"Jadi istilahnya paspor itu kan aspal, asli tapi palsu. Paspornya asli tapi keterangan di dalamnya palsu atau tidak benar," kata Boyamin.

Paspol Aspal Adelin Lis (dok.MAKI)Paspol Aspal Adelin Lis (dok.MAKI) Foto: Dok. Masyarakat Anti Korupsi Indonesia

Sebelumnya, pihak Imigrasi mengakui soal paspor aspal itu. Adelin memiliki 4 paspor, yaitu:
1. Atas nama Adelin Lis yang diterbitkan di Polonia (2002)
2. Atas nama Hendro Leonardi yang diterbitkan di Jakut (2008)
3. Atas nama Hendro Leonardi yang diterbitkan di Jakut (2013)
4. Atas nama Hendro Leonardi yang diterbitkan di Jaksel (2017).

Menurut Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Kemenkumham Anggakara Arya Pradhana, mengapa Adelin Lis bisa memalsukan paspor karena sistem yang saat itu masih manual.

"Ditjen Imigrasi baru menggunakan Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian (SIMKIM) pada tahun 2009. Sebelum tahun 2009, data pemohon paspor hanya tersimpan secara manual di server kantor imigrasi setempat dan tidak terekam di Pusat Data Keimigrasian. Hal ini menyebabkan Adelin Lis dapat mengajukan paspor pada tahun 2008 dengan menggunakan identitas Hendro Leonardi dan tidak terdeteksi," ujar Anggakara.

Siapakah Adelin Lis?

Adelin dihukum MA selama 10 tahun penjara dengan uang pengganti Rp 119.802.393.040 dan US$ 2.938.556 pada 2008. Namun Adelin Lis kabur ke luar negeri menggunakan paspor aspal dengan nama Hendro Leonardi. Adelin Lis kabur bertahun-tahun ke luar negeri bertahun-tahun lamanya.

Simak juga 'Eksekusi Uang Denda dan Pengganti Adelin Lis Digelar Usai Karantina':

[Gambas:Video 20detik]

(asp/yld)