KNKT Analisis Kotak Hitam Pesawat Rimbun Air Jatuh di Gunung Wabu Papua

Antara - detikNews
Senin, 20 Sep 2021 22:55 WIB
Bangkai pesawat perintis milik Rimbun Air yang jatuh di Sugapa, Intan Jaya, ditemukan tim SAR gabungan dan warga
Rimbun Air jatuh (dok. istimewa)
Jakarta -

Kapolres Intan Jaya AKBP Sandi Sultan mengakui adanya dugaan pesawat Rimbun Air yang jatuh di Gunung Wabu, Papua, mengangkut barang bangunan melebihi kapasitas. Kotak hitam atau black box Rimbun Air sudah diberikan kepada KNKT untuk dianalisis.

"Karena itulah pihaknya melakukan penyelidikan guna mengungkap dugaan tersebut dan itu akan dikolaborasi dengan hasil komisi nasional keselamatan transportasi (KNKT). Kotak hitam sudah diserahkan ke KNKT," kata Kapolres Intan Jaya AKBP Sandi Sultan seperti dilansir Antara, Senin (20/9/2021).

AKBP Sandi menjelaskan ada beberapa barang bukti yang sudah dikumpulkan terkait dugaan tersebut mengingat insiden yang menewaskan ke tiga crew bukan semata-mata disebabkan cuaca buruk.

Di TKP jatuhnya pesawat ditemukan material bangunan, seperti semen, pipa besi, tripleks, dan BBM jenis solar, ungkap Sandi seraya mengaku, pihaknya juga mendapat laporan bila sebelum terbang pesawat tersebut sempat mengalami perbaikan.


"Mudah-mudahan hasil penyelidikan dapat mengungkap lebih jauh terutama apakah pesawat tersebut benar-benar mengangkut barang berlebih atau tidak," aku AKBP Sandi

Pesawat Rimbun Air dengan nomor penerbangan PK-OTW, sempat dilaporkan hilang kontak dalam penerbangan Nabire-Sugapa, Rabu (15/9), dan ditemukan di ketinggian 2.400 meter di sekitar Bilogai.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Pesawat dikemudikan pilot Mirza dan kopilot Fajar serta teknisi Iswahyudi ditemukan meninggal dan jenazahnya sudah dimakamkan di kampung halaman masing-masing.

Wakil Komandan Yonif Mekanis 521/DY dari Pos Intan Jaya Satgas Pamrahwan, Mayor Infanteri Edi Dipramono, mengungkapkan koordinat jatuhnya pesawat sudah ditemukan oleh helikopter carteran Satgas Elang.

"Titiknya hanya 3,4 km dari Bandara, dan dari Pos Bilogai Satgas Yonif 501 hanya berjarak 2,2 km," ungkap Edi.

Perkiraan koordinat lokasi kejadian perkara tersebut ialah 03°44'35.96" S/136°59'14.44" E. Sebelumnya diberitakan, pesawat hilang kontak di Kabupaten Intan Jaya sekitar pukul 07.30 WIT.

Polisi memastikan jatuhnya pesawat bukan karena adanya serangan kelompok kriminal bersenjata (KKB). Namun, saat kejadian, kondisi cuaca sedang tidak baik.

(rfs/jbr)