Pemkot Mojokerto Gelar Pelatihan Inkubasi Wirausaha ke 4.300 Warga

Inkana Putri - detikNews
Senin, 20 Sep 2021 21:46 WIB
pemkot Mojokerto
Foto: pemkot Mojokerto
Jakarta -

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari membuka Pelatihan Inkubasi Wirausaha Jajanan Tradisional Berbahan Beras di Lokasi Workshop Alas Kaki Surodinawan hari ini. Melalui kegiatan ini, Ika menargetkan ribuan pengusaha baru bakal terlahir di tengah pandemi COVID-19.

"Pandemi kita jadikan momentum untuk mencetak pengusaha baru secara mandiri. Ke depan kami targetkan bisa mencetak sekurang-kurangnya 50 persen wirausahawan baru dari pembinaan terhadap 4.300 warga di Kota Mojokerto," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (20/9/2021).

Wali kota yang akrab disapa Ning Ita ini mengatakan terpuruknya sektor usaha akibat pandemi menjadi peluang untuk memunculkan wirausahawan atau entrepreneur baru. Namun, edukasi dan pendampingan yang tepat tentunya diperlukan agar mereka dapat menyesuaikan diri dan memiliki kreativitas untuk membangun bisnis baru.

"Dan yang terpenting, mereka juga kita bekali strategi penjualan agar omzet para pemula ini bisa melejit saat memulai bisnis barunya," katanya.

Untuk itu, Ning ita bertekad menjadikan Kota Mojokerto sebagai Kota UMKM, yang akan mendukung potensi wisata sejarah dan budaya. Ia berharap wirausahawan ini dapat tumbuh menjadi UMKM/IKM/UKM dengan daya saing tinggi dan memiliki keunikan bernilai jual.

Ia juga berharap agar pengusaha lokal nantinya ini dapat menjadi tuan rumah di Kota Mojokerto

"Jika sekarang usaha alas kaki kita sudah mendapat pengakuan secara nasional dan internasional, ke depan saya ingin ribuan wirausahawan baru yang kita gembleng saat ini dapat memunculkan ikon produk baru dari Kota Mojokerto," paparnya.

Dalam rangka mewujudkan hal ini, Ning Ita mengatakan Pemkot Mojokerto melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan telah menggelontorkan dana APBD melalui program pemberdayaan.

Adapun program pemberdayaan disinergikan dengan program pemulihan ekonomi nasional sesuai dengan peraturan Inmendagri. Selanjutnya, masing-masing kelompok yang lulus inkubasi teknik akan diberikan bantuan peralatan dan perlengkapan yang dianggarkan melalui dana kelurahan sebagai stimulus untuk memulai usaha baru.

"Tujuannya selain agar masyarakat bisa bertahan di tengah pandemi sekaligus menghadirkan wirausaha baru yang mampu menggerakkan roda perekonomian daerah," katanya.

Ning Ita pun menambahkan beberapa jenis usaha yang dikembangkan masyarakat, seperti makanan dan minuman, aksesori dan kerajinan dapat menjadi modal untuk membangkitkan perekonomian di masa pandemi.

"Kita harus optimis dan bangkit di tengah pandemi. Tak hanya optimis menyasar sektor UMKM dan IKM, Pemkot juga berencana mengelola sektor pariwisata berbasis sejarah budaya Kerajaan Majapahit," ungkapnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kota Mojokerto, Ani Wijaya mengatakan pihaknya akan terus berupaya mendorong wirausahawan baru melalui sejumlah inkubasi.

"Hampir setiap hari kita melakukan inkubasi wirausaha, bahkan hari ini kita melaksanakan 5 pelatihan secara serentak di tiga lokasi berbeda. Di antaranya pelatihan bordir, sulam pita, pelatihan batik, pelatihan pembuatan aneka kripik, pelatihan aksesoris dan pelatihan pembuatan cake," ungkapnya.

Selain itu, Ani menyampaikan pihaknya juga akan melakukan inkubasi pelatihan pembuatan minuman kopi dan coklat, bakery serta pembuatan jajanan non beras dan pelatihan pembuatan sepatu esok hari.

"Bulan berikutnya, sudah kita agendakan untuk pelatihan pembuatan frozen food, produk daur ulang dan kerajinan dari goni," katanya..

Ia menjelaskan seluruh peserta inkubasi telah dikelompokkan menjadi 5-10 orang per kelompok dengan satu orang pendamping. Peserta nantinya akan dilatih mulai dari menghitung harga jual, produksi, pemasaran, hingga branding.

"Untuk pendamping kita ambil yang memiliki pengalaman di bidangnya, sehingga memahami kesulitan dan kendala jatuh bangunnya wirausahawan baru," tegasnya.

Sesuai petunjuk wali kota, Ani menyebut tahun 2021 terdapat bantuan per kelompok berupa peralatan dan perlengkapan untuk memulai usahanya dari rumah.

"Dan tahun 2022 nantinya, Ibu Wali Kota akan memberikan pengembangan peralatan dan perlengkapan bagi yang usahanya makin eksis serta fasilitasi penjualan dengan menyiapkan pujasera di masing-masing kelurahan," pungkasnya

(mul/mpr)