Indonesia Sudah Terima 190 Juta Dosis Vaksin COVID-19

Tim detikcom - detikNews
Senin, 20 Sep 2021 18:07 WIB
Sejumlah masyarakat mengantre untuk mendapatkan vaksinasi di RPTRA Gondangdia, Jakarta, Senin (13/9/2021). Hingga Minggu (12/9/2021) pukul 12.00 WIB, jumlah masyarakat yang sudah divaksinasi dosis kedua sebanyak 41.734.734 orang atau 20,04 persen dari total target sasaran vaksinasi.
Ilustrasi Vaksinasi COVID-19 (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Total vaksin COVID-19 yang sudah diterima Indonesia sudah mencapai 190 juta. Sebagian besar vaksin itu sudah disuntikkan ke warga Indonesia.

"Ini diminta Bapak Presiden di-share ke publik bahwa sampai sekarang Kemenkes sudah menerima 190 juta dosis vaksin, termasuk yang di weekend (akhir pekan) kemarin," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dalam jumpa pers via kanal YouTube Kemenko Maritim dan Investasi, Senin (20/9/2021).

Dari 190 juta dosis vaksin virus Corona, ada 125 juta yang sudah disuntikkan per tadi pagi. Dari 190 juta dosis vaksin itu pula, sudah 169 juta dosis yang telah didistribusikan ke provinsi, kabupaten, dan kota seluruh Indonesia.

"Ada 44 juta yang bisa digunakan untuk seluruh provinsi, seluruh kabupaten, seluruh kota untuk menyuntikkan," kata Budi.

Sebanyak 190 juta dosis vaksin belum final. Akan datang lagi pekan ini, 15 juta vaksin.

"Jadi total dalam minggu ini stok yang tersedia yang bisa dipakai oleh seluruh kabupaten-kota ada sekitar 60 juta dosis," kata Budi.

Selanjutnya, capaian vaksinasi:

Capaian vaksinasi

Budi menjelaskan, vaksinasi di Indonesia mencapai angka 125,7 juta dosis yang disuntikkan, atau 10 juta suntikan per minggu.

"Kita sudah menjangkau 35% dari populasi 75 juta orang sudah kita berikan perlindungan suntik pertama," kata Budi.

Presiden Jokowi memerintahkan untuk mengejar target vaksinasi mencapai 20% di tingkat provinsi. Jokowi juga menginstruksikan capaian 70% vaksinasi dosis pertama tercapai di ibu kota-ibu kota provinsi pada Oktober nanti.

"Jadi tadi Pak Airlangga sampaikan masih ada dua provinsi Sumatera Barat dan Lampung yang akan kita konsentrasi supaya cepat mencapai 20% dari target populasi yang disuntikkan dosis suntik pertama," kata Budi.

(dnu/fjp)