detikcom Do Your Magic

Kelurahan Pondok Betung Bakal Panggil Pemilik Pembuangan Sampah Liar

Firda Cynthia - detikNews
Senin, 20 Sep 2021 16:52 WIB
Lahan pembuangan dan pembakaran sampah di Pondok Betung, Pondok Aren, Tangsel. (Warga via Pasangmata detikcom)
Lahan pembuangan dan pembakaran sampah di Pondok Betung, Pondok Aren, Tangsel. (Warga via Pasangmata detikcom)
Jakarta -

Kelurahan Pondok Betung Tangerang Selatan (Tangsel) akan memanggil pemilik dan pengelola lahan yang menjadi tempat pembuangan dan pembakaran sampah. Pihak kelurahan ingin meminta keterangan soal pengelolaan sampah liar tersebut.

"Kami akan mengadakan rapat lagi bersama-sama dengan pemerintah, pihak RT, dan pemilik lahan," ujar Sekretaris Kelurahan Pondok Betung, Jalaludin, saat dihubungi, Senin (20/9/2021).

Lahan itu berada di RT 07 RW 1 Kelurahan Pondok Betung, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan. Menurut Jalal, pihak RT akan memanggil pengelola lahan sehingga, masalah akan segera selesai.

"Nanti pihak RT juga akan memanggil lagi Pak Darkim, pemilik lahan itu," katanya. Belakangan diketahui, Darkim adalah pengelola lahan sampah itu, bukan pemilik.

Jalaludin tidak memastikan kapan pertemuan akan dilakukan. Namun, dia berharap secepatnya.

"Dalam waktu dekat. Minggu ini. Biar cepat selesailah," katanya.

Diketahui, asap sampah mengebul dari lahan terbuka pembuangan dan pembakaran sampah liar di Pondok Betung. Polusi asap pembakaran sampah yang berlokasi dekat permukiman penduduk itu membuat pernapasan sesak.

Salah satunya Aan Sukaeti (40), warga Gang Sawo, Pondok Betung, Pondok Aren. Ia mengatakan asap pembakaran sampah liar yang berada di dekat tempat tinggalnya itu kerap membuat pernapasannya sesak.

"Kalau pas lagi bakar (sampah), asapnya itu bikin engap," katanya, saat ditemui detikcom, Senin (20/19/2021).

Terlebih, kata dia, ia merupakan seorang penyintas asma. Lantas pernapasannya kerap terasa terganggu setiap tumpukan sampah di lahan terbuka itu sedang dibakar.

"Saya punya asma jadi agak susah. Kalau lagi bakar itu aduh udah nggak tahan deh," kata Aan.

(aik/aik)