Hakim Praperadilan Minta Yahya Waloni Hadir, Klarifikasi soal Kuasa Hukum

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Senin, 20 Sep 2021 16:22 WIB
Jakarta -

Hakim tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) Anry Widyo Laksono akan memanggil tersangka dugaan kasus penodaan agama, Yahya Waloni di sidang praperadilan yang diagendakan pekan depan. Pemanggilan Yahya dilakukan untuk mengklarifikasi perihal pencabutan kuasa hukum yang dikirimkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Saya berinisiatif untuk memanggil, pokoknya saya besok akan memanggil si pihak termohon, juga terhadap si Waloni. Supaya meng-clear-kan ini lho (menunjuk pencabutan surat kuasa) benar atau tidak," kata hakim Anry di ruang sidang PN Jaksel, Senin (20/9/2021).

Hakim Anry menerangkan klarifikasi oleh Yahya Waloni sangat penting dalam persidangan ini. Mengingat, kata Anry, jika Yahya Waloni sudah mencabut permohonan praperadilan, itu berarti persidangan ini tidak perlu digelar kembali.

"Ini masih sidang di awal sebenarnya. Saya tuh mencocokkan apakah betul ini praperadilan sudah dicabut. Kan sebetulnya tidak perlu lagi disidangkan," jelasnya.

Untuk itu, hakim tunggal Anry akan mengagendakan persidangan praperadilan ini kembali pada pekan depan. Pihaknya tak hanya akan memanggil Yahya Waloni, tetapi juga dari pihak termohon yang dalam hal ini adalah Bareskrim Polri.

"Tolong untuk persidangan, kita tidak usah berpanjang-panjang lagi. Nanti untuk persidangan berikutnya kita tunda satu minggu. Panggil termohon, juga dipanggil si Waloni, begitu ya," jelas hakim Anry.

Sidang dilanjutkan pada Senin (27/9) mendatang. Sidang diagendakan dimulai pukul 12.00 WIB.

Surat atas Nama Yahya Waloni Cabut Kuasa Abdullah Al Katiri

Diketahui, PN Jaksel menerima surat yang mengatasnamakan Yahya Waloni yang berisi pencabutan surat kuasa dari pengacara Ikatan Advokat Muslim Indonesia, Abdullah Al Katiri. Hakim Anry membacakan surat Yahya itu di persidangan.

"Bahwa saya tidak pernah meminta mantan kuasa hukum saya Bapak Drs Abdullah Al Katiri dkk advokat dari Ikatan Advokat Muslim Indonesia (Ikami) beralamat kantor di Menara Dakwah Islam Indonesia lantai 2 Jalan Kramat Raya Nomor 45, Jakarta Pusat, untuk mengajukan permohonan praperadilan karena saya akan fokus pada pemeriksaan pokok perkara," kata Yahya.

Simak berita selengkapnya di halaman berikutnya.